Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaNewsNusantaraDiduga Langgar Tindak Pidana, Imigrasi Kupang Deportasi Warga Timor Leste

Diduga Langgar Tindak Pidana, Imigrasi Kupang Deportasi Warga Timor Leste

NUSADAILY.COM – KUPANG – Kantor Imigrasi Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendeportasikan seorang warga Timor Leste bernama Vicente Ferrer Hornai Soares (32). Akibat melanggar tindak pidana keimigrasian dengan memasuki wilayah Indonesia di NTT secara ilegal.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Imigrasi Banjarmasin Siap Operasikan TPI Udara, Layani Embarkasi Umrah

“Vicente Feerer Hornai Soares sebelumnya diamankan pihak kepolisian karena diduga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan yang bersangkutan di Timor Leste,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Darwanto dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan tindak deportasi berawal dari informasi Sat Intelkam Polres Kabupaten Kupang tentang seorang warga Timor Leste yang diamankan karena diduga sebagai DPO kasus pemerkosaan dan pembunuhan.

Tim Inteldakin Imigrasi Kupang kemudian membawa warga tersebut menuju Atambua, Kabupaten Belu. Untuk selanjutnya menuju Timor Leste melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

BACA JUGA : Imigrasi: Pengawasan Orang Asing Menjelang WSBK Mandalika Diperketat

Tim bertemu dengan pihak Konsulat Timor Leste di Atambua guna melakukan pendampingan menuju wilayah perbatasan antarnegara.

Setelah menyelesaikan administrasi keimigrasian, kata dia, tim langsung bergerak menuju daerah Batugede Timor Leste untuk menyerahkan warga tersebut.

“Warga yang dideportasi kemudian diserahkan kepada Kepala Intelijen Timor Leste di Batugede,” katanya.

Darwanto menjelaskan Vicente Feerer Hornai Soares melanggar tindak pidana keimigrasian. Sebagaimana dimaksud pada Pasal 113 dan Pasal 119 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan yang bersangkutan dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi ke negara asal.

BACA JUGA : Teriakan ‘I Can’t Breathe’ Diplomat Nigeria saat Diperiksa oleh Imigrasi RI Berbuntut Panjang

Ia menambahkan deportasi ini menunjukkan koordinasi dan sinergi bersama instansi terkait terus berjalan dalam mengawasi keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Indonesia.

“Ke depan kami terus memperkuat koordinasi untuk mengawasi orang asing demi tegaknya kedaulatan bangsa,” katanya.(ros)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Digugat Eks Pengacara Bayar Fee Rp 15 M, Begini Respons Bharada E

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Bharada Richard Eliezer atau Bharada E digugat mantan kuasa hukumnya Deolipa Yumara untuk membayar fee Rp 15 miliar. Gugatan itu...