Kamis, Mei 26, 2022
BerandaNewsNusantaraBayi Leopard Selundupan Akhirnya Mati

Bayi Leopard Selundupan Akhirnya Mati

NUSADAILY.COM-PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengungkap penyebab kematian bayi macan tutul atau leopard, yang merupakan barang bukti kasus penyelundupan satwa. Bayi macan tutul itu dititipkan di Kebun Binatang Kasang Kulim dan mati karena sakit.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dokter Hewan BBKSDA Riau, Rini Deswita di Pekanbaru, Selasa 4 Februari 2020 mengatakan, penyebab kematian satwa yang belum berusia satu tahun itu didapatkan setelah melakukan proses nekropsi atau bedah bangkai. Hasilnya menunjukkan bahwa leopard tersebut mati akibat virus parpovirus.

“Hasil pemeriksaan setelah nekropsi diketahui leopard tersebut akibat penyakit panleukopenia yang disebabkan oleh virus parpovirus,” kata Rini seperti diberitakan Antara.

Menurut dia, penyakit tersebut menyerang bagian pencernaan dan ketika kondisi parah juga bisa menyebar ke saluran pernafasan korbannya.

“Virus ada disetiap makhluk hidup dan akan menyerang kalau daya tahan badan berkurang,” katanya.

Ia mengatakan tim medis BBKSDA Riau sudah melakukan sejumlah tindakan untuk menyelamatkan bayi leopard tersebut.

Disebutkannya bahwa ketika leopard mulai mengalami muntah dan hilang nafsu makan, tim medis langsung memberikan infus pada tanggal 30 Januari. Tujuannya untuk menghindari dehidrasi dan mengganti asupan makanan yang kurang ke tubuh leopard.

Namun, ia mengatakan pada tanggal 31 Januari kondisi leopard makin menurun ditandai dengan hilangnya nafsu makan dan muntah-muntah.

“Sekitar pukul 17.00 WIB, kondisinya kembali turun, lemas, banyak berbaring, kurang lincah dan sesak nafas. Sekitar pukul 17.30 WIB, (nyawa) tidak tertolong lagi,” kata Rini Deswita.

Bayi leopard tersebut diselamatkan Ditreskrimsus Polda Riau dari tangan sindikat perdagangan satwa dilindungi, di Pekanbaru pada 14 Desember 2019.

Selain Leopard, polisi juga menyelamatkan empat ekor bayi singa afrika berusia 4-6 bulan dan 58 kura-kura Indian Star.

Polisi juga sudah menangkap dua orang pelaku yang diduga terlibat perdagangan satwa tersebut.

Seluruh satwa endemik Afrika tersebut kemudian dititipkan di Kebun Binatang Kasang Kulim, Kabupaten Kampar. Bayi Leopard ditempatkan di kandang terpisah dan diberi minum susu menggunakan botol. (yos)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Juara! AS Roma Petik Buah Manis Kerja Keras Selama Semusim

NUSADAILY.COM - JAKARTA - AS Roma menjuarai UEFA Conference League 2021/2022. Giallorossi disebut memetik buah manis sudah bisa bekerja keras dengan baik selama semusim. Saat...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily