Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraBarito Utara Tengah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Barito Utara Tengah Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- MUARA TEWEH – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berupaya meningkatkan sumber daya manusia dalam mutu pelayanan kesehatan masyarakat dengan melaksanakan pertemuan audit maternal perinatal (AMP).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Secara umum pembangunan kesehatan telah menyebabkan terjadinya berbagai kemajuan penting. Dalam meningkatkan status kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Siswandoyo di Muara Teweh, Kamis.

Baca Juga: Wapres Minta Masyarakat Konsisten Menerapkan Protokol Kesehatan

Menurut dia dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005-2025. Bahwa pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang terlaksana oleh semua komponen bangsa Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat. Bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Umur harapan hidup (UHH) orang Indonesia telah naik mengikuti trend kenaikan UHH global. Pada 2017 UHH orang Indonesia telah mencapai 71,5 tahun. Di mana UHH perempuan lebih tinggi 5 tahun daripada laki-laki (perempuan 74 tahun, laki-laki 69 tahun).

Penyebab langsung kematian ibu adalah gangguan hipertensi dalam kehamilan (33,1 persen), pendarahan obstetrik (27,03 persen), komplikasi non obstetrik (15,7 persen), komplikasi obstetrik lainnya (12,04 persen). Infeksi yang berkaitan dengan kehamilan (6,06 persen), dan penyebab lain (4,81 persen) menurut SRS 2016.

“Penyebab kematian ibu ini menunjukkan bahwa kematian maternal dapat kita cegah. Apabila cukup pelayanan yang berbarengan dengan mutu pelayanan yang baik,” kata Siswandoyo.

Dia mengatakan, kejadian kematian ibu 77 persen ditemukan di rumah sakit, 15,6 persen di rumah, 4,1 persen di perjalanan menuju RS atau fasilitas kesehatan dan 2 persen di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya menutut SRS 2016.

“Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) 2013 dan 2018 menunjukkan terjadinya peningkatan cakupan indikator kesehatan ibu. Hal ini terefleksikan dari indikator empat kali kunjungan ANC (K4) dan pertolongan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Proporsi pemeriksaan kehamilan K4 telah menunjukkan kenaikan dari 70 persen pada tahun 2013 menjadi 74,1 persen pada tahun 2018,” jelas dia.

Cakupan persalinan difasilitas pelayanan kesehatan juga mengalami kenaikan 66,7 persen pada 2013 menjadi 79,3 persen di 2018.

“Untuk itu, harus dibangun sinergisme dan sistem rujukan yang kuat antara FKTP (Puskesmas) dan FKRTL (rumah sakit). Termasuk peningkatan kompetensi SDM pelayanan maternal,” kata Siswandoyo.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Enny Franziah mengatakan pesertanya sebanyak 20 orang peserta. Terdiri dari 19 orang bidan koordinator Puskesmas di Barito Utara, perwakilan dari organisasi IBI satu orang. Dan RSUD Muara Teweh dua orang.

Baca Juga: DPRD Situbondo Desak Pemkab Penuhi Kuota BPJS Kesehatan Masyarakat Miskin

Kegiatan pertemuan ini juga Sekretaris Dinas Kesehatan Pariadi hadiri, Kabid P2P Sampurna Murni Yati, Kabid PSDK Ruyanto, Spesialis Kandungan dr Gusti Ngurah Warsita SpOG, Spesialis Kandungan dr Komang Aryawan Biomed Sp A dan peserta koordinator Puskesmas di Barito Utara.(nd6)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR