Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsNusantaraAda Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Rehabilitasi Narkoba Tak Berizin!

Ada Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Rehabilitasi Narkoba Tak Berizin!

NUSADAILY.COM – MEDAN – Viral, rumah Bupati Langkat ditemukan tempat menyerupai kerangkeng yang disebut sebagai tempat rehabilitasi narkoba. Kapolda Sumut menyebut tempat rehabilitasi narkoba itu tidak berizin.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, DPRD Minta Kapolda Sumut Usut Tuntas

“Makanya tadi saya bilang, pribadi. Belum ada izinnya tapi selama ini,” kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra, Senin (24/1/2022).

Panca mengaku masih terus mendalami soal kerangkeng yang dijadikan sebagai tempat rehabilitasi narkoba itu. Hal itu termasuk terkait pemeriksaan kesehatan terhadap para pengguna narkoba yang direhabilitasi.

BACA JUGA : Puting Beliung Langkat, Kemensos Bantu Bahan Bangunan

“Saya dalami bagaimana pemeriksaan kesehatan, siapa yang bekerja di sana,” ungkap dia.

Klaim Kerja Sama dengan Puskesmas

Selain itu, Terbit mengaku telah bekerja sama dengan puskesmas setempat mengenai tempat rehabilitasi tersebut.

BACA JUGA : Puting Beliung Langkat, Kemensos Bantu Bahan Bangunan

“Yang kedua saya tanya masalah kesehatannya bagaimana, itu sudah dikerjasamakan dengan puskesmas setempat dan dinas kabupaten,” sebut Panca.

Panca menilai niat Terbit melakukan itu baik. Akan tetapi seharusnya langkah itu dilakukan secara resmi.

BACA JUGA : Kemensos: Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal Cegah Konflik di Masyarakat

“Hal ini saya dorong, sebenarnya niatnya baik, tetapi harus difasilitasi untuk secara resmi melakukan rehabilitasi tersebut. Itu gambaran hasil pemeriksaan kita, ini masih terus kita dorong, BNNP untuk bisa memfasilitasi itu. Teman-teman sudah berkoordinasi kemarin kepada BNNP supaya diajak, dibina. Yang begini harus terus, kita tahu teman-teman Sumut tempat nomor 1, dan ini jadi konsen kita,” ujar Panca

“Kita harus tumbuh kembangkan tempat-tempat rehabilitasi swasta, karena pemerintah tidak mampu. Swasta-swasta atau pribadi yang harus tentu harus legal,” lanjutnya.

BACA JUGA : Saipul Jamil Tetap Berkarya di Penjara, Dinyanyiin Indah Sari

Warga Binaan Tak Dianiaya

Panca juga memastikan bahwa orang-orang yang direhabilitasi di rumah Terbit itu tidak ada yang mengalami kekerasan. Luka memar pada bagian tubuh mereka yang ditemukan akibat dari perlawanan saat direhabilitasi.

“Tidak ada. Luka-luka itu saya tanya ini terus berproses, kita akan dalami terus. Kemarin itu saya tanya, masalahnya apa kok bisa agak memar-memar itu, saya tanya sama anggota di lapangan. Itu akibat dari, karena biasanya dia melawan. Kemarin itu melawan seperti itu dan dia baru masuk dua hari. Kita akan terus dalami. Yang saya liat ada memar, ini sedang kita periksa. Dan orangnya nggak sadar juga, sudah kita periksa itu masih tes urinenya positif,” ucap Panca, dilansir dari detik.com

Warga Binaan Dipekerjakan Setelah Pulih

Panca melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan sementara, warga binaan tempat rehabilitasi yang dibangun secara pribadi itu akan dipekerjakan oleh Terbit. Namun dia mengaku tidak mengetahui perihal upah.

“Dari penjelasannya, di sana mempekerjakan warga binaan yang sudah sehat dipekerjakan lagi di sana dan sebagian besar yang direhabilitasi di sana yang pribadinya itu cukup baik,” tambah Panca.

“Selama masa rehab itu, mereka setelah mulai baik, maka dipekerjakan. Ada yang ke pasar belanja, digunakan seperti itu. Masalah digaji saya belum dapat,” ujar Panca.(ros)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Sepucuk Surat untuk Ibu dan Bapak dari Syifa

NUSADAILY.COM – NGAWI – Hati orang tua mana yang rela kehilangan anak kandungnya.Seorang ayah di Ngawi mengalami hal yang menyayat hati itu. Pikiran kalut menimpa...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - MEDAN - Viral, rumah Bupati Langkat ditemukan tempat menyerupai kerangkeng yang disebut sebagai tempat rehabilitasi narkoba. Kapolda Sumut menyebut tempat rehabilitasi narkoba itu tidak berizin.

BACA JUGA : Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, DPRD Minta Kapolda Sumut Usut Tuntas

"Makanya tadi saya bilang, pribadi. Belum ada izinnya tapi selama ini," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra, Senin (24/1/2022).

Panca mengaku masih terus mendalami soal kerangkeng yang dijadikan sebagai tempat rehabilitasi narkoba itu. Hal itu termasuk terkait pemeriksaan kesehatan terhadap para pengguna narkoba yang direhabilitasi.

BACA JUGA : Puting Beliung Langkat, Kemensos Bantu Bahan Bangunan

"Saya dalami bagaimana pemeriksaan kesehatan, siapa yang bekerja di sana," ungkap dia.

Klaim Kerja Sama dengan Puskesmas

Selain itu, Terbit mengaku telah bekerja sama dengan puskesmas setempat mengenai tempat rehabilitasi tersebut.

BACA JUGA : Puting Beliung Langkat, Kemensos Bantu Bahan Bangunan

"Yang kedua saya tanya masalah kesehatannya bagaimana, itu sudah dikerjasamakan dengan puskesmas setempat dan dinas kabupaten," sebut Panca.

Panca menilai niat Terbit melakukan itu baik. Akan tetapi seharusnya langkah itu dilakukan secara resmi.

BACA JUGA : Kemensos: Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal Cegah Konflik di Masyarakat

"Hal ini saya dorong, sebenarnya niatnya baik, tetapi harus difasilitasi untuk secara resmi melakukan rehabilitasi tersebut. Itu gambaran hasil pemeriksaan kita, ini masih terus kita dorong, BNNP untuk bisa memfasilitasi itu. Teman-teman sudah berkoordinasi kemarin kepada BNNP supaya diajak, dibina. Yang begini harus terus, kita tahu teman-teman Sumut tempat nomor 1, dan ini jadi konsen kita," ujar Panca

"Kita harus tumbuh kembangkan tempat-tempat rehabilitasi swasta, karena pemerintah tidak mampu. Swasta-swasta atau pribadi yang harus tentu harus legal," lanjutnya.

BACA JUGA : Saipul Jamil Tetap Berkarya di Penjara, Dinyanyiin Indah Sari

Warga Binaan Tak Dianiaya

Panca juga memastikan bahwa orang-orang yang direhabilitasi di rumah Terbit itu tidak ada yang mengalami kekerasan. Luka memar pada bagian tubuh mereka yang ditemukan akibat dari perlawanan saat direhabilitasi.

"Tidak ada. Luka-luka itu saya tanya ini terus berproses, kita akan dalami terus. Kemarin itu saya tanya, masalahnya apa kok bisa agak memar-memar itu, saya tanya sama anggota di lapangan. Itu akibat dari, karena biasanya dia melawan. Kemarin itu melawan seperti itu dan dia baru masuk dua hari. Kita akan terus dalami. Yang saya liat ada memar, ini sedang kita periksa. Dan orangnya nggak sadar juga, sudah kita periksa itu masih tes urinenya positif," ucap Panca, dilansir dari detik.com

Warga Binaan Dipekerjakan Setelah Pulih

Panca melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan sementara, warga binaan tempat rehabilitasi yang dibangun secara pribadi itu akan dipekerjakan oleh Terbit. Namun dia mengaku tidak mengetahui perihal upah.

"Dari penjelasannya, di sana mempekerjakan warga binaan yang sudah sehat dipekerjakan lagi di sana dan sebagian besar yang direhabilitasi di sana yang pribadinya itu cukup baik," tambah Panca.

"Selama masa rehab itu, mereka setelah mulai baik, maka dipekerjakan. Ada yang ke pasar belanja, digunakan seperti itu. Masalah digaji saya belum dapat," ujar Panca.(ros)