Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsNusantara5 Fakta Kasus Petasan Maut Kebumen

5 Fakta Kasus Petasan Maut Kebumen

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – KEBUMEN – Rencana perayaan malam Lebaran dengan petasan menjadi petaka bagi delapan warga Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah. Empat orang tewas usai terkena ledakan petasan sedangkan dua di antaranya masih dirawat di rumah sakit dan dua orang lainnya menjalani rawat jalan.

BACA JUGA : Seluruh Korban Petasan Maut Jambon Ponorogo Masih Satu Keluarga – Nusadaily.com

Tak hanya itu, satu rumah mengalami rusak berat akibat ledakan petasan tersebut. Plafon dan tembok rumah pun rusak parah.

1. Diduga Korban Meracik Petasan Sambil Merokok

Peristiwa maut di malam Lebaran itu diduga berawal dari salah seorang korban yang meracik petasan sembari merokok.

“Sebanyak 7 orang membuat mercon, di antaranya menggulung kertas dan isi obat ke dalam gulungan kertas. Pada pukul 17.00 WIB meledak hingga menyebabkan meninggal dunia 2 orang dan 7 mengalami luka, disebabkan saat membuat sambil merokok,” kata Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/5).

BACA JUGA : Petasan Meledak, 1 Tewas, 8 Luka-Luka – Noktahmerah.com

Piter menerangkan para korban yang membuat mercon yakni Muhammad Taufik Hidayat bin Untung (25), Bambang Priyono (29), Rio Dwi Pangestu (22), Sugiyanto bin Marimin (23), Rizky Efendi (21), Alib bin Badjo (24), dan Irwan Soleh bin Solehudin (24). Kemudian seorang korban lain Ratna Iswatun Khasanah (19) yang merupakan keluarga korban.

2. Bahan Pembuat Petasan Seberat 5 kg

Para korban ini meracik petasan di rumah Untung pada Rabu (12/5) mulai pukul 16.00 WIB. Ada ratusan mercon yang sedang diracik para korban.

“Jumlah mercon yang akan diisi sebanyak lebih kurang 400 gulungan, dengan obat 5 kg,” terangnya.

3. Korban Meninggal Bertambah

BACA JUGA : Ledakan Petasan di Tulungagung, Dua Korban Meninggal – Beritaloka.com

Para korban ledakan petasan tersebut lalu dilarikan ke rumah sakit di antaranya RS Prembun, RS PKU Kutowinangun, dan RSDS Kebumen. Salah seorang korban yakni Rio Dwi Pangestu akhirnya meninggal dunia pukul 21.00 WIB setelah sempat dirawat di RSU Prembun.

“Untuk sementara jumlah yang meninggal dunia tiga orang,” terang Piter.

4. Total Korban Meninggal Jadi 4 Orang

Korban tewas akibat ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah bertambah satu orang. Korban tewas yakni Sugiyanto (23) yang semula dirawat di RSUD Prembun.

Korban Meninggal Bertambah

“Korban meninggal hari ini bertambah satu lagi. Jadi total korban yang meninggal ada empat orang dan sudah dimakamkan semua,” kata Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman saat dihubungi detikcom, Kamis (13/5).

5. Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi

Tugiman mengatakan polisi sudah melakukan olah TKP. Namun hingga saat ini, petugas belum menetapkan tersangka terkait peristiwa ledakan petasan itu.

“Telah dilaksanakan olah TKP oleh tim labfor Polda Jateng didampingi tim inafis. Kami belum ada penetapan tersangka, masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” terangnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak bermain petasan karena bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, ledakan petasan menyebabkan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Imbauan kepada masyarakat untuk tidak bermain petasan karena sangat berbahaya,” pesan Tugiman dilansir nusadaily.com dari detik.com

Sementara itu, hingga kini masih ada dua korban yang masih dirawat di RS Prembun dan RSDS Kebumen. Kemudian dua korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis.(ros)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...