Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaLifestyleHealthWaspada! Kanker Payudara Tripel Negatif Menyasar Wanita Muda

Waspada! Kanker Payudara Tripel Negatif Menyasar Wanita Muda

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO), kanker payudara menjadi kasus yang paling banyak terjadi di Indonesia dengan jumlah total 65.858 kasus per 2020.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dalam persentase itu, ada 16,6 persen kanker payudara dari total kasus kanker di Indonesia yang keseluruhannya mencapai 396.914 kasus. Sedangkan kanker payudara subtipe tripel negatif (TNBC) menyumbang 20 persen dari total pengidap kanker payudara dan menjadi kasus kanker payudara terbanyak kedua di Indonesia.

BACA JUGA: Mengetahui Faktor Risiko hingga Pengobatan Kanker Payudara

Kanker jenis itu bahkan memiliki perbedaan yang cukup besar dari subtipe lainnya karena sering kali ditemukan pada wanita- wanita muda.

Berkaca dari tingginya angka kasus kanker payudara di Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia di bulan kesadaran kanker payudara ingin memberikan edukasi dan mengenalkan kepada masyarakat subtipe- subtipe dari kanker payudara.

“Dibanding dengan kanker payudara subtipe lainnya, kanker tripel negatif ini terbilang sulit penanganannya. Jadi kami harus mengedukasi masyarakat khususnya yang mengalami kanker payudara ini, bahwa kanker ini bisa disembuhkan asal mendapatkan pengobatan yang tepat,” ujar Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dokter Aru Wicaksono Sudoyo.

Umumnya untuk melihat seseorang mengidap kanker payudara, dokter akan melakukan pemeriksaan biopsi untuk mengetahui jenis kanker yang diidap pasiennya.

Ahli medis akan melihat ada atau tidak reseptor maupun protein tertentu pada sel kanker sehingga nantinya dokter bisa menentukan terapi yang tepat untuk menyembuhkan kanker.

Ada pun tiga reseptor yang dilihat pada kanker payudara adalah reseptor estrogen, reseptor progresteron, dan Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2).

BACA JUGA: YKI Instalasi Mammomat Revelation, Bantu Deteksi Dini Kanker Payudara

Pada kasus kanker payudara tripel negatif, sesuai namanya kanker ini tidak memiliki respon dari pengecekan ketiga reseptor yang disebutkan.

Dengan sifatnya itu, maka kanker tripel payudara memang sulit diketahui pada tahap awal. Kanker ini seringkali ditemukan pada stadium lanjutan sehingga tindakan pengobatan yang diambil berujung pada kemoterapi atau imunoterapi.

“Pada pengobatan kanker kita mengenal istilah terapi target sehingga mempermudah proses pengobatan. Tapi karena tripel negatif reseptornya tidak memberikan respon maka tingkat kesulitannya menjadi lebih tinggi. Beruntung saat ini kemajuan penelitian menunjukan hasil yang baik,” kata dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Hemato-Onkologi Medik Ami Ashariati yang juga anggota aktif dari IDI.

Terkait gejala pengidap kanker tripel negatif, dokter Ami menjelaskan kurang lebih gejala yang dialami mirip dengan kanker payudara pada umumnya.

Terdapat benjolan yang tidak wajar di sekitar payudara, terdapat bentuk seperti lesung pipit di payudara, perubahan kulit antara kemerahan atau memiliki tekstur seperti kulit jeruk, puting mengeluarkan cairan padahal sedang tidak dalam masa menyusui, dan puting yang masuk ke dalam.

Jika anda mengalami salah satu dari tanda- tanda yang disebutkan tersebut ada baiknya anda langsung berkonsultasi pada ahli medis.

BACA JUGA: Dokter: Kenali Gejala Kanker Payudara dan Penanganannya

Risiko wanita muda

Dokter Ami yang tergabung juga dalam Perhimpunan Hematologi- Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) menjelaskan risiko wanita muda mengalami kanker payudara tripel negatif karena faktor risiko yang lebih tinggi dibanding wanita- wanita yang sudah berusia matang.

Beberapa faktor risiko yang mendominasi kanker payudara tripel negatif menjangkiti wanita muda di antaranya adalah faktor hormonal yang aktif dan juga beban stres lebih tinggi.

Dua risiko itu bisa semakin parah dengan adanya pola hidup tidak sehat seperti tidak berolahraga, merokok, terbiasa minum alkohol, serta terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung lemak tinggi.

“Anak-anak muda saat ini kontak dengan kondisi stresnya lebih banyak, lalu potensi menjalani pola hidup tidak sehatnya lebih tinggi. Jika itu terus dilakukan lama kelamaan dan tanpa disadari gejalanya tentu lebih mudah mengidap kanker ini,” kata dokter Ami.

Faktor risiko lainnya yang menjadi penyebab kanker payudara tripel negatif adalah faktor genetik.

Kanker memang bisa diturunkan secara genetik. Bagi seseorang yang dalam keluarganya memiliki riwayat pengidap kanker, maka risiko yang dimiliki generasi selanjutnya berkisar 4 kali lipat lebih tinggi dibanding keluarga yang tidak memiliki riwayat kanker.

BACA JUGA: Tips Cegah Kanker Payudara dari Dokter

Peristiwa- peristiwa yang melibatkan kontak hormon secara aktif seperti estrogen, progrestreron, dan prolaktin juga menambah risiko kanker payudara bisa dialami oleh seseorang.

Misalnya seperti wanita yang mengalami menstruasi lebih dini dibanding rentang usia normal berisiko terkena kanker payudara sebesar 2 kali lipat. Dikarenakan kontak hormon estrogen lebih banyak dialami dibanding orang lainnya.

Contoh lain wanita yang mengalami menopause dan meminum obat hormonal juga berisiko 1- 2 kali lipat mengalami kanker payudara.

Selain itu obesitas juga ikut berpengaruh pada risiko seseorang bisa mengidap kanker payudara. Dikarenakan lemak pada orang obesitas berpotensi menjadi hormon estrogen yang kadarnya lebih tinggi daripada orang dengan berat badan ideal.

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR