Kapolri Ungkap Lakukan Penguatan Densus 88 di Peringatan 2 Dekade Peristiwa Bom Bali

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyinggung perihal upaya melakukan penguatan struktur organisasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri saat berbicara dalam peringatan dua dekade Tragedi Bom Bali, Rabu (12/10) malam.

NUSADAILY.COM – NUSA DUA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyinggung perihal upaya melakukan penguatan struktur organisasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri saat berbicara dalam peringatan dua dekade Tragedi Bom Bali, Rabu (12/10) malam.

Dalam peringatan itu, dia menyampaikan perintah dan amanat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Dan, sambungnya, tidak ada tempat bagi terorisme di Indonesia.

Atas dasar itulah, kata Listyo, semua pihak terus bergerak berkolaborasi dan meningkatkan kemampuan untuk memerangi teroris dan tentu berbagai macam upaya tentunya akan dilakukan.

BACA JUGA : Polda Bali dapat Bantuan Ratusan Motor Listrik untuk Pengamanan KTT G20

"Mulai dari bagaimana kita melakukan perbaikan terhadap regulasi, terkait dengan masalah pemberantasan teroris, melalukan berbagai macam strategi pencegahan, bagaimana teroris ini tidak berkembang, bagaimana kita terus melakukan perbaikan termasuk salah satunya adalah dengan melakukan penguatan terhadap struktur organisasi Densus 88," kata Listyo di di peringatan 20 tahun Bom Bali I, Nusa Dua, Badung tersebut.

Dalam peringatan 20 tahun Tragedi Bom Bali di Nusa Dua, Listyo pun mengapresiasi kinerja jajarannya terutama Densus 88 dalam menangkal terjadinya aksi terorisme yang berdampak korban sipil sejauh ini.

Listyo lalu merujuk data korban terorisme pada 2019-2021 bila dibandingkan dengan peristiwa 2002-2005.

"Saya juga berterima kasih atas kerja keras rekan-rekan Densus. Apabila, kita melihat dari peristiwa yang ada tahun 2002 sampai dengan 2005, korban aksi teror masih berada di atas 200 orang," kata jenderal tertinggi di kepolisian itu.

BACA JUGA : Tari Bali Joged Bumbung Tercemar karena Gerakan Erotisnya

"Kemudian di tahun 2019 sampai dengan 2021 mulai berkurang di bawah 30 orang. Artinya, berbagai macam upaya kerja keras dari rekan-rekan mulai membuahkan hasil," imbuhnya.

Pihaknya juga berharap, keberhasilan tersebut bisa terus dipertahankan sehingga Indonesia aman dan tidak ada serangan terorisme.

"Dan Alhamdulillah tahun 2022 ini, Mudah-mudahan kita bisa pertahankan dan Indonesia masih aman, tidak terdengar satu ledakan pun di tahun 2022, dan tentunya ini harus dipertahankan. Jadi kerja keras bagi rekan-rekan semua, pola-pola penanggulangan yang saat ini sudah berjalan, pertahankan karena ini juga menjadi pertaruhan kita,"ujar Listyo.(lal)