Duh! Ribuan Penumpang Pesawat di Kenya Gagal Terbang Gegara Pilot Mogok Kerja

Ribuan penumpang pesawat gagal terbang akibat pemogokan oleh Asosiasi Pilot Maskapai Kenya (KALPA). Aksi pilot mogok itu sudah berlangsung dua hari.

NUSADAILY.COM – NAIROBI - Ribuan penumpang pesawat gagal terbang akibat pemogokan oleh Asosiasi Pilot Maskapai Kenya (KALPA). Aksi pilot mogok itu sudah berlangsung dua hari.

KALPA memastikan tidak ada penerbangan Kenya Airways yang diterbangkan oleh anggotanya dari Bandara Internasional Jomo Kenyatta Nairobi mulai pukul 06.00 pagi (0300 GMT) dan seterusnya. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (5/11/2022) waktu setempat. Mereka tidak memberikan keterangan berapa lama mogok kerja itu berlangsung.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Ibaratkan Pilpres Seperti Memilih Pilot: Pemilih Harus Hati-hati


Maskapai, yang dibangun bersama oleh pemerintah Kenya dan Air France-KLM itu, merupakan salah satu maskapai terbesar di Afrika. Kenya Airways menghubungkan banyak negara ke Eropa dan Asia, sehingga aksi mogok pilot itu benar-benar melumpuhkan denyut penerbangan di negara tersebut.

KALPA menyebut akan melakukan aksi mogok kerja menyusul sengketa kontribusi uang pensiun dan penyelesaian pembayaran gaji saat pandemi. Aksi mogok kerja itu dilakukan setelah tuntutan disampaikan 14 hari lalu tetapi manajemen Kenya Airways tidak meresponsnya.

Manajemen Kenya Airways menggambarkan aksi mogok kerja oleh pilot tersebut melanggar hukum. Maskapai juga mengingatkan aksi itu bisa membahayakan upaya pemulihan dari pandemi Covid-19 karena bisa membuat Kenya Airways mengalami kerugian hingga Rp 39 miliar per hari.

Direktur pelaksana dan CEO Kenya Airways, Allan Kilavuka, mendesak para pilot yang mogok, yang merupakan 10 persen dari karyawan maskapai, untuk kembali bekerja pada Minggu (6/11) pukul 10.30.

"Jika tidak dilaksanakan, pilot dianggap melakukan tindakan indisipliner," ia memperingatkan.

Aksi mogok tidak hanya dilakukan pilot. Serikat Pekerja Penerbangan Kenya (KAWU) merespons dengan mengumumkan bahwa staf darat juga akan mogok pada Sabtu mulai pukul 14.00. Disebutkan, alasan mogok kerja staf darat Kenya Airways itu karena ada perselisihan dengan Otoritas Bandara Kenya (KAA) mengenai kenaikan gaji.

Tetapi KAA bersikeras Sabtu malam bahwa staf tetap menjalankan tugas dan operasi di semua bandara seperti hari-hari biasanya.

BACA JUGA: Jet Tempur F-35 AS Jatuh di Pangkalan Udara Terbesar Kedua, Pilot Berhasil Diselamatkan


Para penumpang resah dengan aksi mogok itu. Mereka, yang tidak percaya sepenuhnya dengan kabar aksi mogok itu, datang langsung ke Bandara Nairobi hari ini untuk memastikan penerbangan mereka tetap take off atau tidak.

"Saya datang ke sini sekitar pukul 05.25, tetapi saya diberitahu bahwa penerbangan telah dibatalkan," kata penumpang Erick Muhanda, yang akan melakukan perjalanan ke kota pelabuhan Cape Town di Afrika Selatan, kepada penyiar Citizen TV dan dikutip AFP.

"Ini cukup merepotkan," dia menambahkan.

Pilot-pilot tersebut mendesak agar iuran dikembalikan ke dana simpanan dan pembayaran semua gaji dihentikan selama pandemi Covid-19.(eky)