Tragis! Pria di Kediri Tewas Usai Dianiaya Adik Kandung Saat Tengah Tertidur

Korban adalah Ali Nurhasan (45), warga Desa Tales, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Sementara pelaku adalah RM (42). Ali tewas di tangan adik kandungnya sendiri pada Minggu (14/5/2023) sekitar pukul 10.00 WIB

Tragis! Pria di Kediri Tewas Usai Dianiaya Adik Kandung Saat Tengah Tertidur
Ilustrasi mayat

NUSADAILY.COM – KEDIRI - Pria di Kabupaten Kediri tewas usai dianiaya adik kandungnya saat sedang tidur. Pelaku memukul korban dengan besi hingga tewas.

Korban adalah Ali Nurhasan (45), warga Desa Tales, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Sementara pelaku adalah RM (42). Ali tewas di tangan adik kandungnya sendiri pada Minggu (14/5/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budhi mengatakan kejadian itu kali pertama diketahui oleh Rita Sugiarto, keluarga korban. Saat itu saksi melihat pelaku tiba-tiba datang memukul kepala korban menggunakan besi dengan panjang kurang lebih 47 centimeter.

BACA JUGA : Duh! Tahanan di Surabaya Tewas Usai Dianiaya 13 Orang

"Korban pada saat itu sedang tidur di atas ranjang yang berada di rumah keluarga, tiba-tiba pelaku langsung memukul korban menggunakan besi ke arah kepala korban," ujar Iwan. Senin (15/5/2023), dilansir dari detik.com 

Iwan menambahkan saksi yang mengetahui peristiwa tersebut spontan berteriak meminta tolong dan terdengar warga sekitar. Septian Yusuf tetangga korban yang pada saat itu mendengar teriakkan saksi langsung mendatangi rumah korban.

"Saksi kedua Yusuf, tetangga korban sempat juga mendengar suara benturan. Saksi kedua langsung datang melerai dan mendekap pelaku dari belakang serta membuang besi yang digunakan pelaku memukul korban," imbuh Iwan, dilansir dari detik.com

Pelaku kemudian diamankan. Korban sempat dilarikan ke RS SLG untuk mendapatkan pertolongan perawatan medis. Namun korban dinyatakan meninggal dunia.

"Diduga korban dipukul oleh terduga pelaku sebanyak lima kali, sementara itu saat ini terduga pelaku sudah kita amankan, dan pelaku diduga mengalami gangguan jiwa atau ODGJ sehingga akan kami bawa ke rumah sakit kiwa untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Iwan. (ros)