Polisi di Brussels Belgia Tewas Usai Diserang Pria Asing

Di ibu kota Belgia, tepatnya di Brussels, dua petugas polisi diserang oleh pria asing menggunakan pisau. Salah satu dari petugas tewas karena luka-luka yang diderita.

Polisi di Brussels Belgia Tewas Usai Diserang Pria Asing
ilustrasi

NUSADAILY.COM – BRUSSELS – Di ibu kota Belgia, tepatnya di Brussels, dua petugas polisi diserang oleh pria asing menggunakan pisau. Salah satu dari petugas tewas karena luka-luka yang diderita. Kantor kejaksaan anti-teroris terlibat atas peyelidikan.

Dua orang petugas polisi terluka setelah diserang oleh pria asing di Brussels. Salah satunya terluka dan satunya masih dirawat di rumah sakit, seperti yang telah dikonfirmasi oleh kantor kejaksaan kepada kantor berita dpa, melansir Spiegel.de.

Seorang petugas polisi kemudian dipanggil untuk membantu menembak penyerang dan juga menyingkirkannya, lapor kantor berita Belgia.

Lingkaran investigasi mengatakan bahwa ada kecurigaan berlatar belakang terorisme. Namun, pertama-tama bukti harus dikumpulkan untuk mendukung hal ini. Kantor kejaksaan anti-teroris Belgia turun tangan dalam kasus tersebut.

Menurut laporan media Belgia, tersangka telah mengancam polisi beberapa jam sebelumnya di kantor polisi di bagian lain kota.

“Pikiran saya bersama keluarga dan teman-teman petugas yang meninggal karena serangan tersebut,” tulis Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo di Twtiter pada malam hari. Dia juga berharap, petugas yang masih dirawat di rumah sakit baik-baik saja.

Baca juga: Kejam! Pria Afrika Selatan Lakukan 93 Kasus Pemerkosaan,...

Menteri Dalam Negeri Belgia, Annelis Verlinden juga menulis di Twitter bahwa dia melakukan kontak dengan walikota Brussels, kepala polisi dan dinas keamanan untuk mengoordinasikan tanggapan terhadap serangan itu.

“Serangan seperti itu kepada rakyat kami tidak dapat diterima,” tulisnya.

Serangan lainnya yang bermotif Islam pernah terjadi di Brussels pada Maret 2016 silam. Akibatnya, sebanyak 32 orang tewas dan 340 orang lainnya luka-luka. Serangan itu terjadi di bandara Brussels dan juga di stasiun metro. Sejak saat itu, serangan kepada petugas polisi atau tentara di Belgia kerap terjadi.

Baca juga: Atlet Skating Bersaudara Liu Shaolin dan Liu Shaoang Ajukan Perubahan Kewarganegaraan, Tuai Kontroversi Penggemar

Kejadian serangan terakhir terjadi pada Mei 2018. Penyerangan kepada aparat kepolisian itu termasuk dalam tindakan terorisme.

Saat itu, seorang pria di Liège membunuh dua polisi wanita dan juga seorang mahasiswa dengan meneriakkan “Allahu Akbar”. Penyerang akhirnya ditembak mati oleh petugas polisi. (jrm3/lna)