Organisasi Negara Pengekspor Minyak Arab Dukung Pengurangan Produksi

Pada 15 Oktober, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara Pengekspor Minyak Arab mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa “OPEC+” memotong produksi minyak adalah keputusan yang tepat pada waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan perhitungan ekonomi global ditengah ketidakpastian.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak Arab Dukung Pengurangan Produksi
tambang minyak (sumber: istockphoto)

NUSADAILY.COM-RIYADH- Pada 15 Oktober, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara Pengekspor Minyak Arab mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa “OPEC+” memotong produksi minyak adalah keputusan yang tepat pada waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan perhitungan ekonomi global ditengah ketidakpastian.

Baca Juga: Menelisik Dosa-dosa Partai Komunis China (PKC) yang Selenggarakan...

Melansir new.qq.com, pada 5 Oktober, mekanisme OPEC+ memutuskan untk secara signifikan megurangi produksi mulai November tahun ini. Mengurangi produksi bulanan rata-rata 2 juta barel per hari pada dasar produksi Agustus.

Produsen OPEC dan non-OPEC memutuskan untuk memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari

Menurut berita CCTV, pada tanggal 5 Oktober, pertemuan tingkat menteri ke-33 OPEC dan negara penghasil minyak non-OPEC diadakan di Wina, Austria. Pertemuan memutuskan untuk mengurangi total produksi minyak mentah harian sebesar 2 juta barel dari November.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi: tidak menggubris AS

Menurut berita CCTV, pada 13 Oktober, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa pemerintah AS telah meminta Arab Saudi dan negara-negara penghasil minyak utama lainnya untuk menunda rencana pengurangan produksi minyak mentah secara signifikan mulai tahun ini.

Kementerian luar negeri Arab Saudi mengkonfirmasi pada tanggal 13 Oktober bahwa pemerintah AS telah meminta Arab Saudi dan negara-negara penghasil minyak utama lainnya untuk menunda satu bulan rencana untuk secara signifikan mengurangi produksi minyak mentah mulai November tahun ini.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi pada tanggal 13 Oktober dengan tegas membantah pernyataan AS. Menekankan bahwa pihak Saudi menolak kata-kata atau perbuatan yang mendistorsi tujuan mulia Arab Saudi untuk melindungi ekonomi global dari volatilitas pasar minyak atau ukuran perubahan statistik harga minyak dalam periode tertentu.

Dan bahwa menyelesaikan tantangan ekonomi membutuhkan pendekatan apolitis atau pendekatan yang tidak bersifat politis, dialog konstruktif, secara bijaksana dan rasional mempertimbangkan kepentingan semua bangsa. 

Baca Juga: Arab Saudi Umumkan Perempuan Diizinkan Haji dan Umrah Tanpa Mahram

Associated Press mengatakan pengumuman Saudi yang langka itu menunjukkan tingkat ketegangan dalam hubungan AS-Saudi. (mdr2/lna)