Orbit Guru Merdeka Asa Meraih Kecakapan Abad 21

Saat ini kita berada pada revolusi industri 4.0. Tiga elemen penting dikombinasikan pada proses produksi. Yaitu manusia, mesin dan big data. Kombinasi ketiganya menjadikan proses produksi berlangsung secara cepat, efektif, dan masif.

Orbit Guru Merdeka Asa Meraih Kecakapan Abad 21
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Oleh: Ahsan Muafa, S.T., M.Pd.

Saat ini kita berada pada revolusi industri 4.0. Tiga elemen penting dikombinasikan pada proses produksi. Yaitu manusia, mesin dan big data. Kombinasi ketiganya menjadikan proses produksi berlangsung secara cepat, efektif, dan masif.

Mesin sebagai pengganti tenaga manusia merupakan sumber tenaga yang tidak terbatas. Apa yang biasa dilakukan manusia, kini mulai diambil alih oleh mesin. Tenaga manusia yang dulu dibutuhkan untuk mendukung proses produksi, lambat laun digantikan oleh mesin.

Bukan tenaga yang tidak terbatas, melainkan alur pikir manusia pun sudah digantikan oleh mesin. Dengan algoritma tertentu, teknologi masa kini yang memunculkan kecerdasan buatan berhasil membuat sebuah mesin layaknya manusia. Mesin-mesin mampu melakukan olah pikir pada proses penciptaan dengan tenaga tanpa batas.

Kemampuan mesin dengan kecerdasan buatan juga memberikan kemudahan dalam mengumpulkan data. Begitu banyak data yang bisa didapatkan dengan bantuan mesin dan kecerdasan buatan. Data-data yang didapatkan dapat dijadikan dasar untuk membuat sebuah keputusan.

Pada kasus ini, peran manusia pada proses produksi lambat, tetapi akan berubah. Manusia yang dulu melakukan pekerjaan olah produk, kini bergeser menjadi pengelola proses produksi. Manusia sebagai pemikir hanya perlu mengendalikan semua proses. Semua tenaga yang dibutuhkan untuk menghasilkan produksi dilakukan oleh mesin. Untuk memenangkan tantangan ini, setiap siswa perlu dibekali dengan kecakapan abad 21, yaitu karakter, kewarganegaraan, berpikir kritis,  kreatif,  kolaborasi, dan  komunikasi.

Kemajuan yang cukup cepat dan luar biasa ini tentu berimplikasi pada lembaga yang menyiapkan sumber daya manusia. Lembaga pendidikan seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tujuannya mencetak tenaga siap kerja perlu direvitalisasi karena banyak bidang pekerjaan yang selama ini diisi tenaga manusia yang digantikan oleh mesin. Manusia sebagai pencipta teknologi harus mengambil peran sebagai pengendali.

Dalam laporan BPS tahun 2018 disebutkan bahwa angka pengangguran tertinggi adalah lulusan SMK, yakni 11,24 persen. Angka penganguran tidak hanya disebabkan oleh penggunaan mesin, tetapi juga perlu menjadi perhatian para pengambil kebijakan.

SMK yang dibangun untuk membantu menjembatani celah yang ada antara industri dan dunia pendidikan perlu berbenah. Pada abad 21 semakin banyak tantangan yang harus dihadapi manusia. Tenaga kerja lulusan SMK perlu dibekali lebih banyak kompetensi sesuai dengan tuntutan zaman.

Kompetensi yang dibutuhkan saat ini jauh lebih kompleks. Kemampuan Penyesuaian kejuruan dan kurikulum mutlak diperlukan agar ada relevansi antara pendidikan di SMK dengan dunia kerja. Seharusnya terdapat panduan dan penggerak agar SMK bisa memetakan tantangan dan kebutuhan masa depan.

SMK sebagai lembaga pendidikan juga diharapkan bisa mencetak generasi muda produktif yang memiliki kualitas hebat dan mendapatkan tantangan sendiri. Bukan hanya sekadar generasi yang cakap dalam pengetahuan, melainkan juga generasi yang memiliki skill yang tangguh.

Dalam rangka menghasilkan generasi hebat sebagai modal antisipasi revolusi industri 4.0 inilah, menjadi sangat wajar kalau dunia pendidikan menerapkan pembelajaran abad 21. Para guru sebagai fasilitator siswa perlu mengembangkan diri dalam pembelajaran abad 21 dalam upaya membekali lulusan dengan kecakapan abad 21.

Orbit guru merdeka (OGM) sebagai sebuah program untuk mempersiapkan guru meningkatkan kemampuannya sesuai tuntutan pembelajaran abad 21. OGM bertujuan mempersiapkan guru agar mudah menyesuaikan perubahan paradigma pembelajaran di abad 21 ini. Guru dituntut untuk mendampingi siswanya untuk mengembangkan kecakapan abad 21.

Untuk mencapai kecakapan abad 21, perlu adanya penyesuaian desain pembelajaran sesuai perkembangan teknologi saat ini. Digitalisasi dalam segala bidang menjadi salah satu sasaran yang harus diajarkan guru di sekolah. Dengan kegiatan OGM, guru akan mendapatkan kegiatan berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi digital.

Dengan menerapkan proses pembelajaran yang terintegrasi teknologi digital, siswa akan merasakan pengalaman pemecahan masalah menggunakan teknologi digital. Siswa dipacu untuk senantiasa berpikir dan menyelesaikan masalahnya dengan bantuan teknogi digital. Siswa akan terbiasa menerapkan kecakapan abad 21 untuk menyelesaikan segala tantangan yang dihadapi pada masa sekarang maupun masa depan. Orbit guru merdeka, sebuah harapan menuju daya saing bangsa.  

 

Ahsan Muafa S.T., M.Pd. adalah dosen Prodi Teknik Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo. Tulisan ini disunting oleh Dr. Indayani, M.Pd., dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan pengurus Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI).