Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraPertumbuhan Pariwisata Sulteng Belum Optimal Karena Pandemi

Pertumbuhan Pariwisata Sulteng Belum Optimal Karena Pandemi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – PARIGI – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah mengatakan tingkat pertumbuhan pariwisata di provinsi itu pada masa pandemi COVID-19 masih belum optimal sebagai dampak pandemi COVID-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Perlahan kami upayakan angka pertumbuhan ini lebih meningkat lewat berbagai intervensi kegiatan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng I Nyoman Sriadijaya saat menjadi narasumber di kegiatan rembuk pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu.

BACA JUGA: 10 PMI Tak Resmi Asal Sulteng Dipulangkan Selama Januari-September 2021

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata harus didukung dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), agar lebih profesional dalam menata dan mengelola kegiatan kepariwisataan.

Namun, saat ini justru okupansi hotel atau tingkat penghunian kamar sudah mengalami kenaikan di angka 50 persen di Sulteng yang dipengaruhi berbagai kegiatan, termasuk kegiatan investasi pertambangan di wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

BACA JUGA: OJK Sulteng: Lakukan Lima Hal Jika Terlanjur Terjerat Pinjol Ilegal

Dari sisi perhotelan, fasilitas penginapan di Sulteng masih kurang. Sehingga perlu di tambah dengan melibatkan pemodal untuk berinvestasi di sektor pariwisata.

BACA JUGA: Sofbol Putra Lampung vs Sulteng Awali Pertandingan PON XX

Keberuntungan provinsi ini adalah sekarang sudah berada di level 2 kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pergerakan orang keluar masuk di Sulteng lebih meningkat di banding saat masih berstatus level 4. Hal ini, memicu meningkatnya jumlah kunjungan hotel, baik di Palu maupun daerah-daerah lainnya.

BACA JUGA: Pemprov Sulteng: Jadikan Momen Tiga tahun pascagempa Untuk refleksi diri

Menurutnya, peluang dan tantangan pariwisata di Sulteng pada masa pandemi perlu dipetakan isu-isu strategis agar pengembangan kepariwisataan ke depan lebih terarah.

Rencana pemindahan ibu kota negara di Kalimantan Timur menjadi peluang bagi Sulawesi Tengah dalam mengembangkan sektor-sektor unggulan. Termasuk pariwisata karena provinsi ini memiliki dua destinasi wisata prioritas. Yakni Kepulauan Togean dan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) yang sudah dikenal di mancanegara.

BACA JUGA: Kedatangan Yeni Inka, Musik Buat Elo Mendadak Koplo

“Di masa-masa sekarang mungkin sulit menarik minat wisatawan mancanegara karena masing-masing negara memiliki kebijakan sendiri mengatur warganya keluar masuk. Nah, saat ini bagai mana cara kita menarik wisatawan domestik berkunjung ke destinasi unggulan di provinsi ini,” ucap Nyoman.

“Sulteng punya brand cagar biosfer dan provinsi ini juga memiliki tiga geoparks dengan 25 siklus geologi dan 10 siklus nongeologi. Potensi ini baru diketahui setelah gempa, tsunami dan likuifaksi terjadi,” ujar Nyoman.(eky)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR