Menanti Tendangan Maut si ‘Talenta Dewa’ Leonel Messi di Laga Polandia Vs Argentina

Performa Messi dalam dua laga Piala Dunia 2022, melawan Arab Saudi dan Meksiko, sejatinya tidak terlalu buruk. Ia mengoleksi dua gol dan menciptakan satu assist. Hanya saja ini masih jauh dari ekspektasi. Messi selalu diasosiasikan dengan talenta dewa yang bahkan disebut manusia planet. Sayang saat tampil di Piala Dunia malah kontradiktif.

Menanti Tendangan Maut si ‘Talenta Dewa’ Leonel Messi di Laga Polandia Vs Argentina

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Argentina akan menjalani laga hidup mati persaingan Grup C Piala Dunia 2022 melawan Polandia di Stadion 974, Doha pada Rabu (30/11) malam waktu Qatar atau Kamis (1/12) dini hari WIB.

Saat ini Argentina berada di peringkat kedua Grup C dengan tiga poin. Jika kalah dari Polandia, kans lolos tim asuhan Lionel Scaloni ini menipis karena tergantung hasil Arab Saudi versus Meksiko.

Sementara, Lionel Messi tak salah kiranya disebut anak bawang Piala Dunia, karena Argentina terancam diganjal Polandia melaju ke babak 16 besar.

Performa Messi dalam dua laga Piala Dunia 2022, melawan Arab Saudi dan Meksiko, sejatinya tidak terlalu buruk. Ia mengoleksi dua gol dan menciptakan satu assist.

Hanya saja ini masih jauh dari ekspektasi. Messi selalu diasosiasikan dengan talenta dewa yang bahkan disebut manusia planet. Sayang saat tampil di Piala Dunia malah kontradiktif.

Dari empat edisi yang diikuti Messi (2006, 2010, 2014, dan 2018) Argentina belum pernah angkat piala. Bahkan La Pulga baru mengoleksi delapan gol, setengah dari koleksi Miroslav Klose.

Dengan performa Messi yang kurang menjanjikan itu, bisakah Argentina lolos ke delapan besar? Yang pasti Polandia tidak akan memberikan tiket tersebut dengan cuma-cuma.

Tak bisa dimungkiri saat ini Polandia bukan poros sepak bola dunia. Mereka baru bisa kembali tampil di Piala Dunia pada 2018 setelah 2006 dan tak mampu lolos babak grup.

Hanya saja Polandia lebih matang dibanding edisi 2018. Kini Robert Lewandowski dan kawan-kawan memiliki pertahanan yang solid. Buktinya gawang Wojciech Szczesny belum kebobolan.

Ini yang menjadi modal The Eagles untuk menumpas Argentina. Jika Arab Saudi bisa mereka sikat 2-0, Argentina pun demikian, meski baru menang 2-0 atas Meksiko.

Akankah Piala Dunia 2022 jadi akhir magis Messi di Piala Dunia? Polandia boleh berharap demikian, namun Messi dan segenap pemain Argentina lainnya sudah siapkan hulu ledak.

Messi bukan lagi poros serangan Argentina. Pemain 35 tahun ini kini telah bertransformasi menjadi katalisator permainan tim.

Statistik FIFA menyebutkan, Messi merupakan pemain Argentina yang paling banyak menjembatani lini belakang dan gelandang, 35 kali. Messi dikonstruksi sebagai pemain berposisi free role.

Ini pula yang terjadi di Copa America 2021. Pada babak grup kejuaraan benua Amerika ini misalnya, Messi hanya mengoleksi tiga gol. Messi bukan bomber yang dicari di lini depan.

Messi sering berdampingan dengan Rodrigo de Paul, gelandang paling aktif Argentina. De Paul hanya kalah dalam urusan umpan silang dari Angel Di Maria dan jumlah umpan dari Nicolas Otamendi.

Modal permainan inilah yang dijadikan senjata oleh Lionel Scaloni. Terbukti sukses di Copa America 2021, Scaloni mencoba melanjutkan hegemoni ini di Piala Dunia 2022.

Sempat tersandung saat melawan Arab Saudi, Argentina menunjukkan taji sesungguhnya saat lawan Meksiko. Negara satu benua itu disiksa tanpa ampun dalam semua aspek permainan.

Masalahnya, Polandia bukan Meksiko. Pendekatan yang digunakan Scaloni saat melawan Meksiko bisa tak efektif saat melawan Polandia. Apalagi Polandia bermain cukup pragmatis.

Tim berjulukan Czeslaw Wichniewicz ini tak bermain dengan permainan olah bola yang dominan. Polandia bermain sederhana dengan mengandalkan kecepatan yang agak mirip dengan karakter Inggris.

Dan, biasanya Argentina kerepotan melawan tim yang bermain pragmatis seperti ini. Sudah begitu emosi pemain Argentina seperti mudah tersulut saat menghadapi provokasi tim-tim Eropa.

Jika tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin Polandia akan melanjutkan kedigdayaan. Lewandowski sebagai ujung tombak pun tidak bisa dipandang sebelah mata.

Itu sebabnya Messi harus memperlihatkan tajinya di laga melawan Polandia ini. Sama seperti laga terakhir babak grup Copa America 2021 di mana Messi mengamuk dengan menceploskan dua gol.(han)