Luhut Harap Indonesia Jadi Negara Maju di Tahun 2030

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berharap Indonesia mampu menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita rata-rata US$10 ribu per tahun pada 2030.

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berharap Indonesia mampu menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita rata-rata US$10 ribu per tahun pada 2030.

"Hari ini pendapatan per kapita kami mencapai 4 ribu dolar AS per tahun, dan kami berharap nilai tersebut bisa meningkat menjadi sekitar 10 ribu dolar AS per tahun pada 2030 mendatang," katanya dalam Seminar Internasional Lembaga Penjamin Simpanan di Nusa Dua, Bali, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (9/11).

Sebab itu, pertumbuhan ekonomi per tahun harus berada pada kisaran 5,5 sampai 6,5 persen.

Luhut mengatakan untuk bisa meraih target tersebut, Indonesia akan melanjutkan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi di tengah berbagai tantangan secara global.

BACA JUGA: Luhut: Ekonomi Negara Maju dan Berkembang Sedang Tidak...

Indonesia juga tengah mendorong transformasi ekonomi agar tidak hanya berdasar pada komoditas dengan melakukan hilirisasi sehingga tercipta nilai tambah.

Adapun terkait hilirisasi nikel untuk dijadikan baterai mobil listrik, ia mengatakan Indonesia akan memulai produksi paling lambat kuartal III 2024 bekerja sama dengan CATL atau LG. Sementara itu, pertemuan dengan CEO Tesla CEO Elon Musk di perhelatan Presidensi G20 Indonesia masih belum dapat dipastikan.

"Kita juga terus meningkatkan efisiensi perekonomian melalui digitalisasi. Indonesia memiliki katalog elektronik berisi produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk pengadaan barang pemerintah," kata Luhut.

BACA JUGA: Muncul Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Willy Aditya: Telah Diatur dalam...

Menurut Luhut, berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), penggunaan produk UMKM untuk program pengadaan pemerintah melalui katalog elektronik akan menambah lapangan kerja hingga 2 juta dan menambah pertumbuhan ekonomi hingga 1,7 sampai 2 persen secara tahunan.

Pemerintah juga akan terus menyalurkan dana desa yang mencapai rata-rata Rp1 miliar per tahun per desa untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Di samping itu, pemerintah juga akan memitigasi dampak perubahan iklim melalui berbagai upaya untuk menurunkan emisi karbon dioksida dan transisi energi yang terjangkau.(lna)