Minggu, Juli 3, 2022
BerandaLifestylePeopleSalut, Terdampak PPKM Darurat Driver Speed Boat Telaga Sarangan Pilih Jualan Susu

Salut, Terdampak PPKM Darurat Driver Speed Boat Telaga Sarangan Pilih Jualan Susu

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Rudianto (43) warga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ini patut mendapatkan apresiasi. Penutupan telaga Sarangan akibat penerapan PPKM Darurat tidak membuatnya putus asa.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ia cepat beradaptasi, jika orang lain memilih mengeluh karena usahanya sepi. Laki-laki ini yang sebelumnya driver speed boat di Telaga Sarangan memilih bating setir dengan berjualan susu sapi Singolangu, untuk mencari nafkah sehari-harinya.

Sebelum adanya PPKM darurat Rudi ini bekerja sebagai sopir perahu atau driver speed boat di Telaga Sarangan.

Baca Juga: Misteri Telaga Sarangan, Penunggunya Incar Pasangan yang Berselingkuh

Hal tersebut tidak membuatnya berpangku tangan. Ia memilih berdagang susu di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Magetan.

“Saya sebelumya driver speed boat, berhubung Sarangan tutup saya alih profesi dengan jualan susu. Kebetulan saudara ternak sapi juga. Sekaligus memanfaatkan momen. Bearbrand saat ini kan langka akibat diburu orang. Siapa tahu masyarakat mau susu murni yang saya jual,” katanya kepada nusadaily.com, Senin, (12/07/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat di Magetan, Wisata Telaga Sarangan Ditutup

Soal pendapatan sebagai driver speed boat dan berjualan susu, pendapatannya lebih banyak mana? Rudi enggan menjawab. Namun ia mengaku, bakatnya bukan berjualan susu, melainkan sebagai sopir perahu.

Selain itu, Rudi tidak berani bawa banyak susu untuk dijual, hanya sekitar 15 liter. Jika habis, ia dapat membawa pulang uang sekitar Rp80.000 hingga Rp90.000.

Baca Juga: Pandemi, Telaga Sarangan Magetan Digelontor Anggaran Rp 4 M

“Misalnya, dagangan habis ya Rp80 ribu hingga Rp90 ribu dapet. Ya tidak jauh benda dengan perahu. Tetapi faknya di perahu,” jelasnya.

Lebih lanjut Rudi mengungkap, yang terpenting saat negara lagi susah menghadapi pandemi. Masyarakat khususnya yang terdampak jangan banyak mengeluh dan menyalahkan negara.

Baca Juga: Terdampak Pandemi, Pedangdut Magetan Jualan Pecel

Masih banyak jalan jika kita terus berusaha untuk mendapatkan nafkah. karena Tuhan sudah mengatur tinggal manusianya yang harus berusaha mencari.

“Semoga pandemi ini segera berlalu saja mas. Agar semua dapat berjalan normal kembali,” pungkasnya. (nto/aka)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Tak Hanya Mobil, Motor Mewah pun Diusulkan Dilarang Pakai Pertalite

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mobil di atas 2.000 cc bukan satu-satunya kendaraan yang diusulkan agar tidak lagi bisa mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite. Badan...

NUSADAILY.COM - MAGETAN - Rudianto (43) warga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ini patut mendapatkan apresiasi. Penutupan telaga Sarangan akibat penerapan PPKM Darurat tidak membuatnya putus asa.

Ia cepat beradaptasi, jika orang lain memilih mengeluh karena usahanya sepi. Laki-laki ini yang sebelumnya driver speed boat di Telaga Sarangan memilih bating setir dengan berjualan susu sapi Singolangu, untuk mencari nafkah sehari-harinya.

Sebelum adanya PPKM darurat Rudi ini bekerja sebagai sopir perahu atau driver speed boat di Telaga Sarangan.

Baca Juga: Misteri Telaga Sarangan, Penunggunya Incar Pasangan yang Berselingkuh

Hal tersebut tidak membuatnya berpangku tangan. Ia memilih berdagang susu di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Magetan.

"Saya sebelumya driver speed boat, berhubung Sarangan tutup saya alih profesi dengan jualan susu. Kebetulan saudara ternak sapi juga. Sekaligus memanfaatkan momen. Bearbrand saat ini kan langka akibat diburu orang. Siapa tahu masyarakat mau susu murni yang saya jual," katanya kepada nusadaily.com, Senin, (12/07/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat di Magetan, Wisata Telaga Sarangan Ditutup

Soal pendapatan sebagai driver speed boat dan berjualan susu, pendapatannya lebih banyak mana? Rudi enggan menjawab. Namun ia mengaku, bakatnya bukan berjualan susu, melainkan sebagai sopir perahu.

Selain itu, Rudi tidak berani bawa banyak susu untuk dijual, hanya sekitar 15 liter. Jika habis, ia dapat membawa pulang uang sekitar Rp80.000 hingga Rp90.000.

Baca Juga: Pandemi, Telaga Sarangan Magetan Digelontor Anggaran Rp 4 M

"Misalnya, dagangan habis ya Rp80 ribu hingga Rp90 ribu dapet. Ya tidak jauh benda dengan perahu. Tetapi faknya di perahu," jelasnya.

Lebih lanjut Rudi mengungkap, yang terpenting saat negara lagi susah menghadapi pandemi. Masyarakat khususnya yang terdampak jangan banyak mengeluh dan menyalahkan negara.

Baca Juga: Terdampak Pandemi, Pedangdut Magetan Jualan Pecel

Masih banyak jalan jika kita terus berusaha untuk mendapatkan nafkah. karena Tuhan sudah mengatur tinggal manusianya yang harus berusaha mencari.

"Semoga pandemi ini segera berlalu saja mas. Agar semua dapat berjalan normal kembali," pungkasnya. (nto/aka)