Kamis, September 29, 2022
BerandaLifestylePeopleRaja Parikesit dan Mohammad Prananda Prabowo (1)

Raja Parikesit dan Mohammad Prananda Prabowo (1)

Raja Terakhir Pandawa, Leluhurnya Raja-Raja Jawa

Dalam “Dunia Pewayangan Jawa”, khususnya jenis wayang purwo, yang kisahnya bersumber pada wiracarita Mahabharatta, dikenal adanya seorang raja dari trah (garis genealogi, alur keturunan) Pandawa, yakni Parikesit. Dalam teks Sanskrit susastra Mahabharatta maupun pada edisi terjemahannya ke dalam bahasa Jawa Kuna, tokoh ini ditulis dengan “Pariksit”. Pada urutan keluarga besar (dinasti, vamsa) Pandawa, Parikesit itu dibilang sebagai “raja terakhir” dari keturunan Pandawa, sehingga acapkali dibilang “the last Pandawa”.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ayah Parikesit adalah Abhimanyu dengan ibu Utara (menurut versi Jawa bernama “Utari” atau “Untari” — istri Abhimanyu yang lainnya adalah Siti (Ksiti) Sundari. Abhimanyu adalah putra Arjuna. Adapun ayah dari Arjuna, yang merupakan mula trah (disebut “vamsakara” atau “vamsakreta”) keluarga besar (dinasti) Pandawa adalah Pandu (acap disebut secara lengkap dengan “Pandu Dewanata”), yang dalam wiracarita Mahabharatta dikisahkan sebagai raja Hastinapura. Sebutan “Pandawa (Dewanagari: पाण्डव) dalam bahasa Sanskerta berarti : anak dari Pandu. Parikesit dengan demikian berada di keturunan ke-4 dalam dinasti Pandawa.

Pada masyarakat Jawa masa lalu, Parikesit tak hanya dipahami sebagai seorang ksatria, tokoh cerita di dalam susastra Mahabharatta. Namun, sebagaimana halnya peristiwa (baca “kisah”), tokoh cerita, beserta tempat-tempat kejadian yang dikisahkan oleh Mahabharatta diyakini nyata adanya. Bahkan, terdapat pandangan — yang dipengaruhi cara pandang “Javanisasi”, yang melokasikan tempat bagi terjadinya peristiwa -peristiwa itu berada di Jawa.

Begitu pula, raja-raja yang terkisah di dalam Mahabharatta, khususnya Parikesit, pada sebagian besar “silsilah mangiwo (kiwo = kiri)” Adalah leluhur dari raja-raja di Jawa. Pada silsilah itu, Raja Parikesit mempunyai lima orang permaisuri dengan delapan orang putra. Salah seorang di antaranya adalah Dewi Satapi (Tapen), dan selanjutnya menurunkan Yudayana dan Dewi Pramasti. Raja Yudayana menurunkan raja Gendrayana — sampai disini Kerajaan Hastina hilang). Lantas, Gendrayana menurunkan Jayabhaya, yakni seorang raja di Kerajaan Kadiri Era Keemasan

Yang menarik pada silsilah itu, raja Jayabhaya dinyatakan sebagai keturunan ke-4 dari Raja Parikesit. Pertanyaan itu memberi gambaran mengenai adanya penarikan garis keturunan (geneologis) antara Jayabhaya (penguasa di kerajaan Kadiri) dan Parikesit (raja Hastina di India). Tentu, tak cukup bukti tentang adanya hubungan antara keduanya. Meski demikian, historiografi tradisional Jawa menganggap terdapat “relasi” antara Kerajaan Kadiri dan Hastinapura. Relasi tersebut terkait dengan “Javanisasi (proses pen-Jawa-an)” yang telah terjadi semenjak masa Majapahit hingga ke masa-masa sesudahnya, di mana hal-hal yang sesungguhnya berada di India dialihlokasikan ke Jawa dan kejadian yang sebenarnya beda masa dicampuradukkan.

Dalam konteks ini, kerajaan Hastina yang menghilang di India sejak pemerintahan Gendrayana dinarasikan dalam historiografi tradisional Jawa sebagai berlanjut di Jawa, yaitu pada Kerajaan Kadiri. Demikianlah acapkali historiografi tradisional bersifat “anakronis”, sebagaimana misalnya tergambar pada “Silsilah Mangiwo” dari raja- raja Jawa. (tim nusadaily.com/bersambung)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...

Raja Terakhir Pandawa, Leluhurnya Raja-Raja Jawa

Dalam "Dunia Pewayangan Jawa", khususnya jenis wayang purwo, yang kisahnya bersumber pada wiracarita Mahabharatta, dikenal adanya seorang raja dari trah (garis genealogi, alur keturunan) Pandawa, yakni Parikesit. Dalam teks Sanskrit susastra Mahabharatta maupun pada edisi terjemahannya ke dalam bahasa Jawa Kuna, tokoh ini ditulis dengan "Pariksit". Pada urutan keluarga besar (dinasti, vamsa) Pandawa, Parikesit itu dibilang sebagai "raja terakhir" dari keturunan Pandawa, sehingga acapkali dibilang "the last Pandawa".

Ayah Parikesit adalah Abhimanyu dengan ibu Utara (menurut versi Jawa bernama "Utari" atau "Untari" -- istri Abhimanyu yang lainnya adalah Siti (Ksiti) Sundari. Abhimanyu adalah putra Arjuna. Adapun ayah dari Arjuna, yang merupakan mula trah (disebut "vamsakara" atau "vamsakreta") keluarga besar (dinasti) Pandawa adalah Pandu (acap disebut secara lengkap dengan "Pandu Dewanata"), yang dalam wiracarita Mahabharatta dikisahkan sebagai raja Hastinapura. Sebutan "Pandawa (Dewanagari: पाण्डव) dalam bahasa Sanskerta berarti : anak dari Pandu. Parikesit dengan demikian berada di keturunan ke-4 dalam dinasti Pandawa.

Pada masyarakat Jawa masa lalu, Parikesit tak hanya dipahami sebagai seorang ksatria, tokoh cerita di dalam susastra Mahabharatta. Namun, sebagaimana halnya peristiwa (baca "kisah"), tokoh cerita, beserta tempat-tempat kejadian yang dikisahkan oleh Mahabharatta diyakini nyata adanya. Bahkan, terdapat pandangan -- yang dipengaruhi cara pandang "Javanisasi", yang melokasikan tempat bagi terjadinya peristiwa -peristiwa itu berada di Jawa.

Begitu pula, raja-raja yang terkisah di dalam Mahabharatta, khususnya Parikesit, pada sebagian besar "silsilah mangiwo (kiwo = kiri)" Adalah leluhur dari raja-raja di Jawa. Pada silsilah itu, Raja Parikesit mempunyai lima orang permaisuri dengan delapan orang putra. Salah seorang di antaranya adalah Dewi Satapi (Tapen), dan selanjutnya menurunkan Yudayana dan Dewi Pramasti. Raja Yudayana menurunkan raja Gendrayana -- sampai disini Kerajaan Hastina hilang). Lantas, Gendrayana menurunkan Jayabhaya, yakni seorang raja di Kerajaan Kadiri Era Keemasan

Yang menarik pada silsilah itu, raja Jayabhaya dinyatakan sebagai keturunan ke-4 dari Raja Parikesit. Pertanyaan itu memberi gambaran mengenai adanya penarikan garis keturunan (geneologis) antara Jayabhaya (penguasa di kerajaan Kadiri) dan Parikesit (raja Hastina di India). Tentu, tak cukup bukti tentang adanya hubungan antara keduanya. Meski demikian, historiografi tradisional Jawa menganggap terdapat "relasi" antara Kerajaan Kadiri dan Hastinapura. Relasi tersebut terkait dengan "Javanisasi (proses pen-Jawa-an)" yang telah terjadi semenjak masa Majapahit hingga ke masa-masa sesudahnya, di mana hal-hal yang sesungguhnya berada di India dialihlokasikan ke Jawa dan kejadian yang sebenarnya beda masa dicampuradukkan.

Dalam konteks ini, kerajaan Hastina yang menghilang di India sejak pemerintahan Gendrayana dinarasikan dalam historiografi tradisional Jawa sebagai berlanjut di Jawa, yaitu pada Kerajaan Kadiri. Demikianlah acapkali historiografi tradisional bersifat "anakronis", sebagaimana misalnya tergambar pada "Silsilah Mangiwo" dari raja- raja Jawa. (tim nusadaily.com/bersambung)