Senin, Oktober 18, 2021
BerandaLifestylePeopleMohammad Prananda Prabowo Dari Garis Ayah: Darah "Ksatria" Trah Purworejo (9)

Mohammad Prananda Prabowo Dari Garis Ayah: Darah “Ksatria” Trah Purworejo (9)

- Advertisment -spot_img

Daerah Asal Leluhur Prananda

Paparan sebelumnya memberi gambaran bahwa daerah asal leluhur Prananda bukan Makassar ataupun Lampung. Keberadaan Sang Kakek (Dr. Aris Dadi Tjokrodipo) di kedua daerah itu, karena menjalankan tugas. Meski demikian, kehadiran kakek di Bandar Lampung dalam rangka tugas itu membekaskan kenangan positif hingga kini, terbukti RSUD di Bandar Lampung beralamat di Jln. Basuki Rachmat Nomor 73, Kelurahan Gilak Galik Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung – konon adalah rumah sakit tempat Beliau berdinas — berdasarkan SK Walikota Bandar Lampung Nomor 36/09/HK/2011 tentang “Pemberian Nama dan Pergantian Nama RSUD Bandar Lampung” diberi nama baru “RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo (disingkat dengan “RSUDADT”). Rumah Sakit milik Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan tipe C inimerupakan BULD (Badan Layanan Umum Daerah), sebagai RS rujukan dari 28 Puskesmas Induk beserta 56 Puskesmas Pembantu se Bandar Lampung.

Terkait dengan keberadaan keluarga Dr. Aris Dadi Tjokrodipo di Bandar Lampung, di kota ini juga terdapat arsitektur heritage buatan tahun 1935 — konon adalah tempat istirahat dari rutinitas yang padat Beliau, khususnya tiap hari Sabtu dan Minggu. Mulai hari Senin pak Dokter kerja keliling untuk mengobati orang.

Rumah Giri Tjondro

Rumah pusaka ini beralamat di Jl. Imam Bonjol 33 Tanjung Karang Barat atau sebelah STIE Krakatau ini terpelihara lestari hingga kini. Dinamai dengan “Giri Tjondro (giri = gunung, tjondro = bulan)”, sebab rumah ini menempati tanah yang berbukit. Dr. Aris Dadi Tjokrodipo menempat rumah ini hingga akhir hayatnya (tahun 1974). Terhitung sejak tahun 2000, seluruh anggota keluarga keturunannya telah dipindah ke Jakarta.

Dr. Aris Dadi Tjokrodipo menjalani masa kecil hingga pendidikan Sekolah Menengahnya di Purworejo. Setamat dari Sekolah Menengah, pada era Perang Kemerdekaan (1945-1948), Aris Dadi Tjokrodipo menempuh pendidikan dokter di Universitas Indonesia pada awal tahun 1946-an. Setamat dari kuliahnya, Beliau menjadi “dokter keliling”, yang dalam pernah perjalanan kariernya menjalani tugas dinas di Ujungpandang dan di Bandar Lampung.

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Puluhan Pedagang di Pasar Mangaran Ikut Sosialisasi Bahaya Jual Rokok Ilegal

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Situbondo bersama Bea Cukai Jember menggelar sosialisasi bahaya menjual rokok ilegal, Senin, 18 Oktober 2021....