Dari Mana Sebenarnya Sinterklas Berasal?

Sinterklas, Santo Nikolas atau Samichlaus. Pria berjas merah itu memiliki banyak nama. Tapi siapa lelaki tua misterius berjanggut putih yang membawa anak-anak Grittibänz dan jeruk keprok setiap tahun pada tanggal 6 Desember.

Dari Mana Sebenarnya Sinterklas Berasal?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sinterklas, Santo Nikolas atau Samichlaus. Pria berjas merah itu memiliki banyak nama. Tapi siapa lelaki tua misterius berjanggut putih yang membawa anak-anak Grittibänz dan jeruk keprok setiap tahun pada tanggal 6 Desember.

Melansir dari Blick.ch, Kebiasaan Samichlaus berasal dari abad keempat Masehi. Uskup Nicholas dari Myra adalah santo pelindung anak-anak di tempat yang sekarang disebut Turki pada saat itu.

BACA JUGA : Angkatan Udara Bela Diri Jepang Ubah Nama

Legenda mengatakan bahwa Nicholas dilahirkan dalam keluarga kaya. Setelah kematian dini orang tuanya, orang suci itu membagikan seluruh warisannya kepada orang-orang miskin di kampung halamannya di Patara dan kemudian pergi. Beberapa tahun kemudian dia ditahbiskan sebagai Uskup Myra. Itu sebabnya dia sering tampil dengan jubah uskup dan topi uskup.

Setiap tahun pada hari ulang tahunnya, Uskup Nicholas mengenakan kostum uskupnya yang berharga, mengambil tongkat gembalanya dan memuat keledainya dengan karung yang berat. Ini diisi dengan apel, jeruk keprok, kacang-kacangan dan kue madu. Begitu saratnya, dia berjalan melalui jalan-jalan dan membagikan hadiahnya dan menjadikan hari itu sebagai pesta.

Banyak legenda keajaiban dan perbuatan baik yang konon telah dia lakukan terjalin di sekitar hidupnya. Dia menyembuhkan yang sakit, menyelamatkan kapal-kapal yang kesusahan dan bahkan menghidupkan kembali orang mati.

BACA JUGA : Musikal "Wind Blade" Dipentaskan untuk Menggali Lebih dalam...

Namun, kebiasaan Samichlaus yang kita kenal sekarang tidak sepenuhnya berasal dari kisah hidup Santo Nikolas dari Myra. Nyatanya, ada Sinterklas dermawan lainnya sepanjang sejarah. Dia adalah kepala biara pertama di Sion (bukan Sion di Swiss, tetapi sebuah tempat di dekat Patara) dan kemudian juga menjadi uskup di Myra. 

Dia bertanya kepada para siswa tentang perbuatan baik dan buruk mereka. Di akhir kunjungan, masing-masing siswa mendapat bingkisan kecil. Seiring waktu, kedua sosok ini bercampur dan kebiasaan Samichlaus, yang kita tahu, muncul.(jrm2/lal)