Ketika ‘Jam Kiamat’ Dinilai Makin Dekat, Salah NATO atau Rusia?

Kekhawatiran akan 'kiamat dunia' itu sendiri merujuk pada aksi di sekitar reaktor nuklir Chernobyl dan Zaporizhzhia, di mana keduanya terletak di Ukraina. Chernobyl pernah menjadi lokasi kecelakaan nuklir hebat pada 1986 sementara Zaporizhzhia merupakan fasilitas tenaga nuklir terbesar di Eropa dan di antara 10 fasilitas terbesar lainnya di dunia yang saat ini di bawah kendali Rusia.

Ketika ‘Jam Kiamat’ Dinilai Makin Dekat, Salah NATO atau Rusia?

NUSADAILY.COM – MOSKOW – Kremlin menyalahkan Amerika Serikat dan Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) sebagai dalang yang menyebabkan dunia semakin dekat menuju akhir zaman, atau kiamat.

"Situasi secara keseluruhan benar-benar mengkhawatirkan," kata juru bicara Kantor Kepresidenan Rusia Kremlin, Dmitry Peskov, pada Rabu (25/1).

Rusia mengaku benar-benar khawatir "Jam Kiamat" semakin jelas memberikan sinyal bahwa akhir zaman di dunia sudah semakin dekat.

Kekhawatiran itu diungkapkan Moskow setelah para ahli di sebuah organisasi bernama Bulletin of the Atomic Scientist mengatur ulang Jam Kiamat pada Selasa (24/1).

Para ahli itu mengubah jarum Jam Kiamat menjadi 90 detik menuju tengah malam. Waktu yang semakin mendekati tengah malam ini diyakini menandakan hari kiamat semakin dekat.

Ini merupakan pengaturan ulang Jam Kiamat pertama sejak tiga tahun terakhir. Saat itu, para ahli menempatkan jarum jam 100 detik menuju tengah malam.

Peskov mengatakan tidak ada prospek detente atau pengurangan permusuhan antara Rusia dan Barat jika melihat "garis yang dipilih oleh NATO di bawah kepemimpinan Amerika Serikat."

"Ini membebankan kewajiban kepada kami agar sangat berhati-hati, waspada, dan mengambil tindakan yang tepat," paparnya menambahkan seperti dikutip Reuters.

Bulletin of the Atomic Scientist pada Selasa mempercepat Jam Kiamat berdasarkan perhitungan situasi di tengah peningkatan ancaman bahaya akibat perang Rusia vs Ukraina.

Organisasi tersebut menekankan bahwa konflik di Ukraina yang akan memasuki tahun kedua pada Februari mendatang masih panas dan tak ada yang ingin menyerah.

Apalagi, Rusia terus-terusan mengancam akan menggunakan senjata nuklir guna memenangkan perang.

"Peluang bahwa konflik dapat memburuk pun masih tinggi," bunyi pernyataan organisasi tersebut.

Kekhawatiran akan 'kiamat dunia' itu sendiri merujuk pada aksi di sekitar reaktor nuklir Chernobyl dan Zaporizhzhia, di mana keduanya terletak di Ukraina.

Chernobyl pernah menjadi lokasi kecelakaan nuklir hebat pada 1986 sementara Zaporizhzhia merupakan fasilitas tenaga nuklir terbesar di Eropa dan di antara 10 fasilitas terbesar lainnya di dunia yang saat ini di bawah kendali Rusia.

Presiden Bulletin of the Atomic Scientist, Rachel Bronson, menuturkan pengaturan ulang Jam Kiamat ini juga merujuk pada peningkatan ancaman bahaya setelah Presiden Vladimir Putin berulang kali mewanti-wanti bahwa Rusia siap menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina.

"Ancaman terselubung Rusia untuk menggunakan senjata nuklir mengingatkan dunia bahwa eskalasi konflik karena kecelakaan, niat atau salah perhitungan adalah risiko yang mengerikan," kata Rachel Bronson dalam konferensi pers di Washington.(han)