131 Anak Alami Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes RI: Tak Terkait COVID-19

Gejala pada kasus gangguan ginjal akut misterius terjadi secara mendadak dan pasien lebih cepat mengalami perburukan.

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Juru bicara Kementerian Kesehatan RI memastikan 131 anak yang dilaporkan mengalami gangguan ginjal akut misterius tak berkaitan dengan infeksi COVID-19. Namun, hingga kini para ahli masih menganalisis dugaan penyebab awal

"Tidak ada kaitan dengan dengan COVID-19. Masih diteliti penyebabnya," ungkap Syahril , dilansir dari detik.com

BACA JUGA : IDAI Laporkan 131 Anak RI Kena Gangguan Ginjal Misterius, Penyebab Belum Diketahui

Beberapa dari total 131 anak disebutnya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit lantaran kondisi terpantau memburuk. Seperti diketahui, gejala pada kasus gangguan ginjal akut misterius terjadi secara mendadak dan pasien lebih cepat mengalami perburukan.

"Sampai saat ini total ada 131 kasus, 40 kasus di antaranya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo," beber Syahril.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menjawab kekhawatiran munculnya gangguan ginjal akut misterius akibat peredaran obat batuk atau sirup paracetamol seperti di Gambia. Dipastikan, empat obat batuk produksi Maiden asal India tidak terdaftar di Tanah Air.

BACA JUGA : Simak! Ini Kebiasaan Buruk Anak Muda yang Bisa Merusak Kesehatan Ginjal

Karenanya, BPOM RI mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap melakukan pengecekan terhadap obat yang dikonsumsi. Pihaknya, bakal terus memantau perkembangan kasus di Gambia sebagai kewaspadaan.

"BPOM mengimbau masyarakat agar lebih waspada, menggunakan produk obat yang terdaftar yang diperoleh dari sumber resmi, dan selalu ingat Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan obat," imbau BPOM.(ros)