Sudirman Said Bercerita Jokowi Juga Marah soal 'Papa Minta Saham'

Kasus 'papa minta saham' merupakan skandal politik yang menyeret nama Setnov setelah diduga mencatut Presiden Jokowi untuk meminta saham PT Freeport Indonesia.

Sudirman Said Bercerita Jokowi Juga Marah soal 'Papa Minta Saham'

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Co-Captain Timnas AMIN, Sudirman Said mengungkap dugaan intervensi oleh Presiden Joko Widodo yang juga pernah ia alami selama rangkaian kasus korupsi e-KTP yang melibatkan Ketua DPR, Setya Novanto.

Sudirman yang kala itu menjabat sebagai Menteri ESDM, sempat dipanggil Presiden ke Istana karena melaporkan Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Laporan itu terkait polemik 'papa minta saham' yang menyeret nama Setnov.

"Ketika saya melaporkan kasus Pak Novanto ke MKD itu Presiden sempat marah, saya ditegor keras dituduh seolah-olah ada yang memerintahkan atau ada yang mengendalikan," kata Sudirman saat mendampingi Anies Baswedan di Kantor PWI, Jakarta, Jumat (1/12).

Kasus 'papa minta saham' merupakan skandal politik yang menyeret nama Setnov setelah diduga mencatut Presiden Jokowi untuk meminta saham PT Freeport Indonesia.

Sudirman kemudian membuka rekaman pembicaraan Setnov dengan pengusaha Riza Chalid, dan Direktur Freeport Maroef Sjamsoeddin dalam sidang laporannya di MKD DPR.

Dalam rekaman itu, Setnov juga menyebut nama Luhut Binsar Panjaitan (Kepala Staf Presiden) sebanyak 66 kali. Luhut membantah terlibat dan sempat dipanggil oleh Majelis MKD.

Dua pekan setelah laporan Sudirman, pada 16 November 2015, Setnov kemudian mundur sebagai Ketua DPR. Dua tahun kemudian, pada 17 Juli 2017, Setnov juga menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Pengakuan soal amarah Jokowi sebelumnya juga sempat disampaikan eks Ketua KPK, Agus Raharjo saat mengusut kasus e-KTP yang juga menyeret Setnov. Merespons pengakuan Agus, Sudirman menyesalkan hal itu sebagai serangan dari atas.

"Jadi saya menyesalkan bahwa itu terjadi dan ini menjadi bukti terjadi sistematis attack serangan sistematis yang ternyata sebagian di antaranya datang dari pemimpin," kata dia.

Sudirman saat ini adalah bagian dari tim sukses pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang kerap berseberangan dengan pemerintah saat ini. Pasangan nomor urut 1 ini juga membawa narasi perubahan dalam program kampanye politiknya.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana membantah pengakuan Sudirman. Menurut Ari, Presiden faktanya mengapresiasi langkah terbuka yang dilakukan MKD terhadap Setnov.

"Tidak benar Presiden Jokowi memarahi Sudirman Said karena melaporkan Setya Novanto (Ketua DPR saat itu) ke MKD pada tahun 2015," kata Ari, Sabtu (2/12).

"Faktanya, Presiden seperti disampaikan Bapak Sudirman Said tanggal 7 Desember 2015 di Istana, justru sangat mengapresiasi proses terbuka yang telah dilakukan MKD dan terus mengikuti dari berbagai media dan stafnya," imbuhnya.(han)