Bos Freeport Jamin Pekerja Aman Pasti Digaji Meski Ekonomi Dibayangi Resesi

Richard menjelaskan pihaknya terus membuat rencana setiap minggunya untuk menghadapi situasi ekonomi baik tahun depan dan seterusnya. Meski isunya ketidakpastian ekonomi dunia masih berlanjut, ia memastikan pihaknya fokus pada kinerja perusahaan.

Bos Freeport Jamin Pekerja Aman Pasti Digaji Meski Ekonomi Dibayangi Resesi
Chairman of the Board and Chief Executive Officer of Freeport-McMoRan Inc. Richard C. Adkerson (Foto: Ari Saputra)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Chairman of the Board and Chief Executive Officer of Freeport-McMoRan Inc. Richard C. Adkerson mengatakan akan tetap mempertahankan pekerjanya dan digaji meski kondisi ekonomi ke depan tidak menentu bahkan dibayangi resesi. Ia menjamin itu demi terus meningkatkan bisnis Freeport sendiri.

"Kami bukan perusahaan yang akan bergerak maju mundur secara dramatis, terlepas dari kondisi ekonomi saat ini. Kami akan mempertahankan tenaga kerja, kami akan membayar orang-orang kami dengan baik, kami akan membayar kontraktor dan pemasok untuk mendukung bisnis kami," katanya dilansir dari detikcom, di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022).

Richard menjelaskan pihaknya terus membuat rencana setiap minggunya untuk menghadapi situasi ekonomi baik tahun depan dan seterusnya. Meski isunya ketidakpastian ekonomi dunia masih berlanjut, ia memastikan pihaknya fokus pada kinerja perusahaan.

"Bagi kami, kami fokus pada bisnis kami sendiri, bagaimana kami mengeksekusi untuk jangka panjang (rencana)," lanjutnya.

BACA JUGA: Sudirman Said Jadi Jubir Anies di Koalisi Perubahan


Richard berharap situasi ekonomi ke depan akan lebih baik. Walaupun menurutnya hal itu tidak bisa ada yang menjamin, sebab banyak permasalahan yang tengah terjadi di dunia.

"Masih ada ketidakpastian yang signifikan dalam ekonomi global, inflasi, biaya energi, ketahanan pangan, masalah geopolitik. adi kami bersikap konservatif, mengingat ketidakpastian itu. Saya harap semua orang berharap, tahun depan yang lebih baik, tetapi tidak ada jaminan," tuturnya.

"Jadi kami akan memperhatikan inflasi dan faktor lain dengan cara mengatur biaya dan menjalankan bisnis kami. Namun kami menjalankan bisnis ini untuk jangka panjang, dan kami sangat yakin hasilnya akan positif untuk tembaga dan PTFI dalam ke depan," tutupnya.(eky)