Polisi Temukan Feses saat Autopsi Jenazah Keluarga Kalideres

Polisi mengungkapkan temuan baru dalam proses penyelidikan kasus kematian satu keluarga di sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat.

Polisi Temukan Feses saat Autopsi Jenazah Keluarga Kalideres
Polisi membawa sejumlah barang usai menggelar olah TKP di rumah Kalideres tempat satu keluarga tewas.

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Polisi mengungkapkan temuan baru dalam proses penyelidikan kasus kematian satu keluarga di sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan dari hasil pemeriksaan, tim dokter forensik menemukan feses dari jasad korban.

Kendati demikian, Hengki tak menjelaskan lebih lanjut, apakah feses itu ditemukan dari keempat korban atau tidak.

BACA JUGA : Rumah Keluarga di Kalideres Rencana Akan Dijual Seharga...

"Kemarin berdasarkan keterangan kedokteran forensik kita menemukan feses," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Kamis (24/11).

Hengki menerangkan temuan ini masih diteliti lebih lanjut oleh tim ahli untuk melihat apakah ada kandungan tertentu dalam feses tersebut.

"Dan ini kita harus teliti di laboratorium, ini mengandung apa kan harus diteliti lagi," ujarnya.

Hasil penelitian akan menentukan apakan feses tersebut bisa membantu mengungkap penyebab kematian korban dan lainnya.

"Apakah arti dari temuan autopsi itu nanti ahli yang akan mengatakan. Apakah bisa mengungkap atau mematahkan praduga selama ini, kita sedang teliti itu," tutur Hengki.

BACA JUGA : Polisi Ungkap Lokasi Tewasnya Keluarga Kalideres Tidak...

Sebanyak empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).

Sudah lebih dari sepekan pasca penemuan, polisi belum mengungkap penyebab kematian korban. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyatakan bahwa penyebab meninggalnya keempat orang itu bukan karena kelaparan.

Terbaru, polisi menyebut satu orang korban atas nama Reni Margaretha telah meninggal dunia sejak bulan Mei. Ini diketahui, berdasarkan keterangan dari saksi yang sempat datang ke rumah korban pada bulan itu.

Selain itu, polisi turut memastikan bahwa barang-barang milik satu keluarga tersebut bukan hilang karena dicuri, melainkan dijual.(lal)