Rumah Keluarga di Kalideres Rencana Akan Dijual Seharga Rp1,2 Miliar

Polisi mengungkapkan rumah milik keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, Jakarta Barat, rencananya akan dijual seharga Rp1,2 miliar.

Rumah Keluarga di Kalideres Rencana Akan Dijual Seharga Rp1,2 Miliar

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Polisi mengungkapkan rumah milik keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, Jakarta Barat, rencananya akan dijual seharga Rp1,2 miliar.

Rencana penjualan rumah itu dilakukan oleh Budyanto, salah satu anggota keluarga yang juga menjadi korban tewas. Budyanto pun sudah menghubungi seorang mediator jual beli rumah.

"(Rumah) ingin dijual Rp1,2 miliar," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Senin (21/11).

Bahkan, kata Hengki, Budyanto sudah menyerahkan sertifikat asli rumah kepada mediator.

BACA JUGA : Polisi Ungkap Lokasi Tewasnya Keluarga Kalideres Tidak...

Namun, karena harga dianggap terlalu mahal, belum ada pembeli yang berminat membeli rumah itu. Sertifikat rumah pun dikembalikan kepada Budyanto.

"Kemudian karena waktu sempat putus asa, tidak ketemu pembelinya siapa yang ingin seharga 1,2 miliar, akhirnya dikembalikan sertifikat itu kepada almarhum Budyanto ini tetap ditolak, suruh pegang lagi," tutur Hengki.

Mediator kemudian bertemu dengan seorang pegawai koperasi simpan pinjam. Setelah itu disepakati bahwa rumah itu tak dijual, tapi sertifikatnya digadaikan.

Dari rencana penjualan rumah hingga penggadaian sertifikat inilah polisi berhasil menemukan fakta bahwa ada satu korban atas nama Margaretha yang ternyata sudah meninggal pada bulan Mei.

BACA JUGA : Sore Ini Polda Metro Sampaikan Update Kasus Sekeluarga...

Diketahui, empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).

Hingga lebih dari sepekan pasca penemuan, polisi belum mengungkap penyebab kematian korban. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyatakan bahwa penyebab meninggalnya keempat orang itu bukan karena kelaparan.

Hasil penyelidikan terbaru, polisi menyebut satu orang korban atas nama Reni Margaretha telah meninggal dunia sejak bulan Mei. Ini diketahui, berdasarkan keterangan dari saksi yang sempat datang ke rumah korban pada bulan itu.

Polisi juga menemukan dua handphone milik keluarga korban. Dari dua handphone itu ditemukan komunikasi satu arah yang berisi pesan emosi bersifat negatif.

Selain itu, polisi turut memastikan bahwa barang-barang milik satu keluarga tersebut bukan hilang karena dicuri, melainkan dijual.(lal)