Pakai Anting-anting Mewah Pejabat China Dihujat

Wakil Direktur Biro Persetujuan Administrasi dan Layanan Publik wilayah Mongolia Dalam, Li Shaoli, terlihat mengenakan anting-anting dari merek ternama Van Cleef & Arpels dan syal diduga merek Hermes.

Pakai Anting-anting Mewah Pejabat China Dihujat

NUSADAILY.COM – BEIJING - Pejabat distrik di China menjadi cibiran netizen Negeri Tirai Bambu setelah kedapatan mengenakan aksesoris mewah senilai puluhan juta rupiah saat melakukan jumpa pers soal penanganan pandemi Covid-19.

Wakil Direktur Biro Persetujuan Administrasi dan Layanan Publik wilayah Mongolia Dalam, Li Shaoli, terlihat mengenakan anting-anting dari merek ternama Van Cleef & Arpels dan syal diduga merek Hermes. 

Anting-anting yang dikenakan Li terlihat mirip dengan dua jenis produk bernama Vintage Alhambra dan Sweet Alhambra yang masing-masing dijual seharga 30.500 yuan atau senilai US$4.200 (Rp66 juta) dan 18.600 yuan atau senilai US$2.600 (Rp40,8 juta), menurut situs resmi Van Cleef & Arpels.

Banyak netizen yang menyaksikan konferensi pers juga menyebut syal yang dipakai Li mirip dengan yang diproduksi Hermes, yang terjual seharga lebih dari 4.000 yuan.

Terkait hal ini, pakar urusan masyarakat dari Universitas Ekonomi dan Hukum Zhongnan di Wuhan, Qiao Xinsheng, menilai pejabat pemerintah mestinya menghindari mengenakan barang mewah di depan publik.

"Pejabat adalah pemimpin dan pemberi contoh atas situasi masyarakat. Mereka harusnya mendukung pola pikir konsumsi yang sederhana dan hemat," kata Qiao, seperti dikutip The South China Morning Post, Selasa (8/11).

Usai diprotes publik, Komisi Inspeksi Disiplin dari Komite Partai Komunis kota pun memutuskan untuk menyelidiki Li.

Pejabat pemerintah yang mengenakan barang-barang mewah di China memang sangat rentan memantik kecaman publik. Hal itu lantaran masyarakat di sejumlah wilayah mengalami krisis ekonomi yang memaksa mereka berhemat selama beberapa tahun terakhir.

Sebelum ini, seorang pejabat pedesaan di Provinsi Hunan juga dikecam setelah kedapatan mengenakan ikat pinggang kulit Hermes saat menghadiri pertemuan pemerintah. Usai diselidiki pihak berwenang setempat, terungkap bahwa ikat pinggang itu palsu dan dibeli dengan harga 140 yuan.

Pada 2012, Komite Sentral Partai Komunis China mengeluarkan Delapan Aturan guna menindak sikap boros pejabat. Dalam aturan itu, mereka menganjurkan para pejabat berhemat serta mengatur jenis mobil dan rumah bagi para pejabat.

Dua tahun lalu, otoritas pusat juga sempat mengeluarkan arahan yang meminta pejabat pemerintah untuk memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Arahan itu disampaikan dalam kampanye nasional melawan limbah makanan.(han)