Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraPotensi Perikanan Simeulue Capai 74 Ribu Ton per Tahun

Potensi Perikanan Simeulue Capai 74 Ribu Ton per Tahun

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANDA ACEH – Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Simeulue, Aceh, menyatakan potensi perikanan tangkap di laut kabupaten kepulauan di Samudera Hindia tersebut mencapai 74 ribu ton per tahun.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Simeulue, Carles di Simeulue, Jumat, mengatakan namun dari potensi tersebut masih sedikit yang dimanfaatkan.

BACA JUGA : KKP: Penataan Ruang, Panglima Pembangunan Sektor Kelautan Nasional

“Pemanfaatan potensi perikanan tangkap di laut Simeulue hingga kini masih sangat kurang. Hal ini karena alat tangkap nelayan masih sederhana,” kata Carles.

Carles mengatakan dari potensi 74 ribu ton per tahun tersebut, yang bisa dimanfaatkan hanya 20 ton atau sebesar 27 persen oleh 3.950 nelayan yang terdata di Kabupaten Simeulue.

BACA JUGA : DFW: Kawal Regulasi Sektor Kelautan Perikanan Turunan UU Cipta Kerja

“Butuh kerja keras meningkatkan hasil tangkap nelayan, sehingga potensi tersebut bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin,” kata Carles.

Carles mengatakan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Simeulue terus berupaya meningkatkan hasil tangkapan nelayan dengan melakukan berbagai upaya.

BACA JUGA : Menteri Kelautan Ingin Ubah Pendekatan PNBP Sektor Perikanan Nasional

Upaya tersebut di antaranya dengan menambah armada tangkap bagi nelayan. Serta pemberian bantuan bagi nelayan yang dilakukan setiap tahunnya, kata Carles.

“Kami juga memberikan pendidikan sumber daya manusia agar nelayan di Kabupaten Simeulue bisa menggunakan alat tangkap lebih modern. Modernisasi alat tangkap tangkap tersebut penting agar potensi yang ada tersebut bisa digarap lebih optimal lagi,” kata Carles.

BACA JUGA : Dinas Lampung: Pengendalian Mutu Kunci Ekspor Produk IKM Perikanan

Menyangkut pemasaran perikanan tangkap tersebut, Carles mengatakan pihaknya juga memfasilitasi pihak swasta upaya memasarkannya ke berbagai daerah termasuk ekspor ke berbagai negara.

“Bukan hanya sektor hulu saja yang kami perhatikan, tapi juga sektor hilir juga. Sehingga ke depan nelayan Simeulue bisa lebih maju dari sekarang ini,” kata Carles.

Sementara itu, Basri (53), nelayan, meminta Pemerintah Kabupaten Simeulue dan pihak terkait lainnya memperketat pengawasan wilayah perairan tangkap di kabupaten kepulauan tersebut.

“Pengawasan ini untuk mencegah pencurian ikan oleh nelayan luar Pulau Simeulue. Kami tidak ingin potensi perikanan tangkap di Kabupaten Simeulue ini dicuri nelayan luar daerah,” kata Basri.(lal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR