Miris! 612 Orang Tewas Akibat Banjir Negeria

Pemerintah Nigeria pada Selasa (25/10) menyampaikan 612 orang tewas dan 3.219.780 orang terdampak akibat banjir sejak awal musim hujan tahun ini.

NUSADAILY.COM – LAGOS – Pemerintah Nigeria pada Selasa (25/10) menyampaikan 612 orang tewas dan 3.219.780 orang terdampak akibat banjir sejak awal musim hujan tahun ini.

 ilustrasi banjir sumber istockphoto

Melansir Xinhua, Menteri Urusan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana dan Pembangunan Sosial Sadiya Umar Farouq mengkonfirmasi hal ini di Abuja, Nigeria, saat konferensi pers untuk menjaga publik tetap mengikuti tanggapan dan intervensi yang dilakukan sejauh ini oleh kementerian dan Badan Manajemen Darurat Nasional atas bencana tersebut.

Menteri menyampaikan 1.427.370 orang telah mengungsi dan 2.776 orang terluka akibat banjir di beberapa bagian pada Senin (24/10), sejumlah 181.600 rumah rusak sebagian dan 123.807 rumah rusak parah.

Lahan pertanian rusak sebagian seluas 176.852 hektar, sedangkan lahan pertanian rusak total 392.399 hektar, ungkapnya.

Baca Juga:Kecelakaan Beruntun 7 Truk Trailer di Jerman, Petugas Sulit Menuju Lokasi Karena Kemacetan

“Distribusi barang bantuan ke 21 negara bagian yang terkena dampak banjir dan menekankan bahwa distribusi makanan dan non-makanan ke negara bagian lain sudah berlangsung,” kata Menteri.

“Sementara tim khusus berada di lapangan, masih ada beberapa negara bagian dan pemerintah lokal yang tidak dapat diakses dan sulit dijangkau,” kata Farouq, sembari menambahkan bahwa kementerian bekerja sama dengan militer dan badan terkait lainnya untuk memastikan sarana untuk guna menjangkau daerah yang sulit.

Petugas pencarian dan penyelamatan sudah bersiap sejak banjir mulai dan terus mengevakuasi, merelokasi dan merujuk korban ke rumah sakit untuk perawatan segera, kata Menteri kepada wartawan.

Baca Juga:Hujan Lebat dan Salju Landa Tibet, Qinghai dan Tempat Lain...

Banjir sejauh ini mendatangkan malapetaka setidaknya di 31 negara bagian dan Wilayah Ibu Kota Federal Abuja tahun ini, berdasarkan penyataan pemerintah Nigeria. (mdr1)