Telur Burung Albatross Langka di Selandia Baru Menghilang Tanpa Jejak

Burung laut albatross dianggap salah satu hewan yang terancam punah. Tempat bersarangnya yang ada di Selandia Baru dikontrol dan dipantau dengan ketat. Meski begitu, telur dari hewan tersebut hilang tanpa jejak.

NUSADAILY.COM - TAIAROA HEAD - Burung laut albatross dianggap salah satu hewan yang terancam punah. Tempat bersarangnya yang ada di Selandia Baru dikontrol dan dipantau dengan ketat. Meski begitu, telur dari hewan tersebut hilang tanpa jejak. Pihak berwenang menganggap itu sebagai pencurian.

Beberapa telur dari hewan langka di Selandia Baru itu kini menghilang. Badan reservasi negara itu melihat ada empat telur yang hilang selama pemeriksaan rutin di Taiaroa Head. Melansir Spiegel.de, itu merupakan satu-satunya situs daratan utama di dunia di mana burung laut itu bersarang.

BACA JUGA : Ratu Denmark Margrethe II Rayakan Anniversary 50 Tahun...

Situs tersebut dipagari untuk perlindungan. Kini polisi memulai penyelidikan atas hilangnya telur-telur tersebut, seperti yang diumumkan Departemen Konservasi pada hari Senin.

Koloni burung albatross tersebut telah berada di bawah kendali dan pengawasan ketat selama bertahun-tahun, ujar Annie Wallace, juru  bicara badan tersebut. “Aneh kalau telur-telur tersebut hilang tanpa bekas.” Sejauh ini belum jelas apa yang sebenarnya terjadi.

“Kami mengumpulkan rekaman camera keamanan dan berbicara dengan orang-orang yang mungkin memiliki relevan,” ujar Wallace. Namun, dugaan sementara telur tersebut telah dicuri karena tidak ada tanda-tada bahwa telur itu dimakan predator.

BACA JUGA : Laga Terakhir Sebelum Piala Dunia, Manchester Kandas dari Brentford di Etihad

Burung langka yang disebut “toroa” di Selandia Baru tersebut terancam punah secara nasional, ujar Wallace. Adanya perubahan iklim, methode penangkapan ikan, polusi plastik, dan hilangnya habitat menjadi akibat dari terancam punahnya burung tersebut.

Selain itu, hewan tersebut berkembang biak dengan lambat, menurut Wallace. “Jadi semua telur dan anak dari burung tersebut penting bagi populasi.” Hilangnya telur-telur itu menjadi berita buruk bagi semua staf yang telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk merawat burung dalam kondisi sulit.

Burung albatross itu termasuk dalam salah satu burung terbesar di dunia, dengan lebar sayap lebih dari 3 meter. Kini ada sekitar 17.000 spesimen yang tersisa, yang tersebar luas di seberang lautan, menurut otoritas Selandia Baru. Burung tersebut kebanyakan berkembang biak di Kepulauan Chatam Selandia Baru.(jrm3/lal)