Kali Pertama MPLS Akbar di Kota Mojokerto, Ribuan Siswa 'Sumringah' Istighosah dan Ngobrol Bareng Ning Ita di Alun-alun Wiraraja

Doa bersama menjadi warna baru dalam proses MPLS yang dilaksanakan secara bersama-sama dari 20 lembaga sekolah menengah pertama baik negeri maupun swasta di Kota Onde-onde ini.

Kali Pertama MPLS Akbar di Kota Mojokerto, Ribuan Siswa 'Sumringah' Istighosah dan Ngobrol Bareng Ning Ita di Alun-alun Wiraraja
Keceriaan Ning Ita saat mendengarkan jawaban dari siswi SMPI Al Azhar yang berani maju menjawab pertanyaan seputar MPLS tahun 2023/2024.

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO - Alunan istighosah dari 2.778 siswa SMP Negeri maupun Swasta bersama Ning Ita Wali Kota Mojokerto dan para guru se-kota menggema di sudut Alun-alun Wiraraja sesaat sebelum dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2023/2024 secara akbar, Senin (17/7/2023).

 

Doa bersama menjadi warna baru dalam proses MPLS yang dilaksanakan secara bersama-sama dari 20 lembaga sekolah menengah pertama baik negeri maupun swasta di Kota Onde-onde ini.

Para pelajar yang mengenakan seragam biru putih lengkap dengan tas gratis dari Dispendik dan Kebudayaan Kota Mojokerto ini terlihat antusias sejak acara berlangsung hingga momen akhir makan bersama Ning Ita tanpa kemasan sekali pakai.

 

Sebab, selain berdoa dan istighosah bersama di Alun-alun Wiraraja, ribuan siswa ini diajak berinteraksi oleh Ning Ita dengan begitu dekat. Gelak tawa acapkali terdengar saat Ning Ita melontarkan pertanyaan berhadiah kuota dan thumbler, namun sejumlah siswa terus berusaha menjawab meski diberi kunci jawaban langsung oleh pemimpin yang semakin digemari warganya.

 

Pemimpin perempuan pertama di Kota Mojokerto ini berharap, munajat dan istighosah yang dilaksanakan bersama 2700 siswa siswi bersama guru, kepala sekolah, dewan kota, dan walimurid bisa mengetuk pintu langit. Agar seluruh siswa yang mengenyam pendidikan baru di jenjang SMP diberikan kemudahan dari Allah SWT.

"Dalam rangka menggaungkan doa bersama, yang beragama islam kita ajak istighosah yang agama lain dipimpin masing masing guru agamanya. Tentunya agar anak-anak ini dalam berproses mendapatkan ilmu dan mereka senantiasa mendapatkan perlindungan dan kemudahan dari Allah," ucap wanita pemilik nama lengkap Ika Puspitasari saat diwawancarai.

 

Pemimpin  perempuan pertama dengan Spirit Of Majapahitnya ini menyatakan, nantinya di tahun 2045 siswa-siswi yang ada di Kota Mojokerto akan menjadi generasi emas yang berkarakter kuat, tangguh, hebat dan bisa membanggakan Indonesia.

"Kita sama sama mewujudkan Indonesia menjadi generasi emas di tahun 2045, khususnya dari generasi Kota Mojokerto," harapnya.

 

Ning Ita juga meminta ribuan siswa yang menjalankan MPLS selama tiga hari ini dan kegiatan kemah Jumat-Sabtu nanti untuk terus berinteraksi saling mengenal satu sama lain di lingkungan sekolah.

 

Tak lain, agar bisa mendapatkan suasana yang nyaman selama proses pembelajaran di lingkungan baru tersebut. "Sehingga dengan perkenalan ini mereka tidak langsung mengikuti pelajaran harapnya mereka merasa nyaman pada saat mengikuti pembelajaran," Ning Ita memungkasi.

 

Kadispendik dan Kebudayaan Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan, kegiatan MPLS dilaksanakan secara akbar di sudut Alun-alun Wiraraja ini kali pertama digelar. Pihaknya berencana di tahun ajaran baru kedepannya bisa kembali mengagendakan kegiatan yang nyatanya membuat ribuan siswa riang gembira meski berada di alam terbuka.

 

"Biasanya MPLS di masing-masing sekolah. Tapi tahun ini memang kita ingin beda, kita ingin mengenalkan keakraban berada di ruang terbuka. Makan minum bersama dengan kotak makan. Dan thumbler. Mewujudkan secara nyata pengenalan lingkungan diawali dengan doa sesuai keinginan Bu Wali mengetuk pintu langit," ia memungkasi.  (qd/adv/wan)