IPM Kabupaten Magetan 2022 Meningkat, Nomer 2 Se- Madiun Raya

Di bawah kepemimpinan Bupati Suprawoto dan Wakil Bupati Hj Nanik Endang Rusminiarti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Magetan terus meningkat setiap tahunnya

IPM Kabupaten Magetan 2022 Meningkat, Nomer 2 Se- Madiun Raya
Bupati Magetan Suprawoto saat meninjau Pameran Lukisan Mageti Art di Geudung Kesenian jalan Basuki Rahmat. Jumat (25/11/2022).

NUSADAILY.COM - MAGETAN – Di bawah kepemimpinan Bupati Suprawoto dan Wakil Bupati Hj Nanik Endang Rusminiarti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Magetan terus meningkat setiap tahunnya. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Magetan, IPM Kabupaten Magetan Tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 0,70 poin. Pada angka 74,85 dan masuk dalam kategori sangat tinggi.

Data BPS Magetan menyebutkan jika IPM di semua dimensi meningkat. Seperti dimensi kualitas kesehatan, pengetahuan hingga pengeluaran per kapita. Penghitungan IPM oleh BPS berdasarkan tiga dimensi yang kemudian disempurnakan dengan metodologi oleh UNDP (United Nations Development Programme) pada 2014. Yang jelas dimensi pengetahuan direpresentasikan oleh harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). Kedua indikator ini merefleksikan kemampuan masyarakat untuk mengakses pendidikan. Pada  dimensi pengetahuan penduduk berusia 8 tahun di Kabupaten Magetan memiliki harapan lama sekolah atau dapat menjalani pendidikan formal selama 14,05 tahun.

Yang artinya setara dengan lamanya waktu untuk menamatkan pendidikan hingga setingkat Diploma meningkat sebesar 0,01 tahun dibandingkan tahun 2021 sebesar 14,04 tahun. IPM Magetan nomor 12 se-Jawa Timur dan nomor 2 se- Madiun Raya.

Kemudian rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas juga meningkat 0,25 tahun, dari 8,36 tahun menjadi 8,66 tahun pada tahun 2022 ini.

Tahun 2022 pengeluaran per kapita naik dari Rp11.833.000 menjadi Rp12.031.000. Artinya pengeluaran perkapita warga Magetan lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran perkapita Jawa timur yakni di angka Rp 11.992.

Dimensi umur panjang dan hidup sehat direpresentasikan oleh indikator umur harapan hidup (UHH) saat lahir. Umur harapan hidup saat lahir merupakan rata-rata perkiraan lamanya waktu yang dapat dijalani oleh warga Magetan selama hidup. Bayi yang lahir pada tahun 2022 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,97 tahun. Seluruh dimensi pada IPM 2022 ini mengalami kenaikan yang otomatis berimbas pada peningkatan IPM Kabupaten Magetan. Ini menunjukkan kualitas manusia dan pembangunan di Kabupaten Magetan semakin baik.

Ditemui usai meninjau pameran lukisan di gedung kesenian jalan Basuki Rahmat, Bupati Magetam Suprawoto mengaku bersukur IPM Magetan 2022 naik.

" Ya alhamdulillah IPM kita masih naik meski secara peringkat turun. Ini karena semua Kabupaten/ Kota di Jawa Timur berpacu untuk berusaha meningkatkan Indek Pembangunan Manusia. IPM itu indikatornya kan banyak, ada pendidikan, kesehatan dan sebagainya," kata Suprawoto kepada nusadaily.com, Jumat (25/11/2022) malam.

Meski nilai naik, Suprawoto berjanji tahun 2023 mendatang akan lebih kencang untuk meningkatkan IPM Magetan. (*/nto).