India Diprediksi Bakal Kalahkan China Sebagai Negara Populasi Terbanyak di Dunia

India mengungguli China karena pertumbuhan penduduknya yang cepat dan penurunan jumlah penduduk di China setelah mencapai 1,42 miliar tahun lalu.

Apr 26, 2023 - 15:03
India Diprediksi Bakal Kalahkan China Sebagai Negara Populasi Terbanyak di Dunia
PBB menyatakan India akan mengalahkan China sebagai negara dengan populasi terbanyak di dunia mencapai 1,43 miliar orang dalam beberapa pekan mendatang. (REUTERS/RUPAK DE CHOWDHURI)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan India akan mengalahkan China sebagai negara dengan populasi terbanyak di dunia mencapai 1,43 miliar orang dalam beberapa pekan mendatang.

"Menjelang akhir bulan ini, populasi India diperkirakan akan mencapai 1.425.775.850 orang, sejalan dan kemudian melampaui jumlah penduduk China daratan," kata Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, dikutip dari AFP, Senin (24/4).

Pekan lalu, laporan tahunan PBB tentang Keadaan Penduduk Dunia mengatakan pencapaian ini akan terjadi pada pertengahan 2023.

India mengungguli China karena pertumbuhan penduduknya yang cepat dan penurunan jumlah penduduk di China setelah mencapai 1,42 miliar tahun lalu.

BACA JUGA : Muhammadiyah Geram Usai Pendeta Hindu Kontroversial di...

Sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi pada abad ke-5 Masehi, China dianggap sebagai negara dengan penduduk paling padat di dunia. Namun, menurut proyeksi PBB, jumlah penduduk di China akan terus menurun menjadi sekitar satu miliar orang pada akhir abad ini.

Penurunan jumlah penduduk di China terkait dengan kebijakan satu anak yang ketat untuk pasangan yang menikah selama beberapa dekade, yang berakhir pada 2016. Selain itu, penurunan tingkat kelahiran di China juga disebabkan oleh meningkatnya biaya hidup dan semakin banyaknya wanita China yang bekerja dan mengejar pendidikan tinggi.

Sementara itu, menurut PBB, populasi India hampir pasti akan terus bertambah dalam beberapa dekade mendatang.

Pada tahun lalu, tingkat kesuburan di China turun menjadi salah satu tingkat terendah di dunia, yaitu 1,2 kelahiran per wanita.

Sedangkan untuk India, yang membutuhkan waktu lebih lama daripada China untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, tingkat kesuburan adalah 2 kelahiran per wanita, sedikit di bawah tingkat penggantian 2,1.

"Peluang investasi modal manusia yang lebih rendah dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat India selama 1970-an dan 1980-an menyebabkan penurunan kesuburan yang lebih lambat daripada di China," kata PBB.

Sementara itu, kedua negara tersebut kini harus menghadapi populasi yang semakin menua, dengan China lebih banyak menghadapi masalah ini daripada India.

India menghadapi tantangan besar dalam menyediakan listrik, makanan, dan tempat tinggal untuk populasi yang semakin bertambah, dengan banyak kota besar yang sudah kesulitan air, polusi udara dan air, serta permukiman kumuh yang padat.

BACA JUGA : Viral Pendeta Hindu di India Serukan untuk Serang Mekkah...

Keberhasilan India dalam melampaui China dalam hal jumlah penduduknya menyoroti tantangan yang dihadapi Perdana Menteri Narendra Modi dalam menyediakan pekerjaan bagi jutaan pemuda yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya.

Sementara itu, ekonomi China semakin sulit untuk mengisi posisi kerja karena populasi yang semakin menua.

Pekan lalu, Beijing mengumumkan bahwa strategi nasionalnya dirancang untuk merespons secara aktif penuaan penduduk, mempromosikan kebijakan kelahiran tiga anak dan tindakan pendukung, dan merespons secara aktif perubahan dalam perkembangan populasi.

"Dividen demografi China tidak menghilang. Dividen bakat sedang berkembang, dan momentum pembangunan tetap kuat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin.(lal)