DPRD Surabaya: Pelecut untuk Terus Berinovasi Raih Peringkat A Indeks Reformasi Birokrasi

Kota Surabaya meningkatkan kategori indeks Reformasi Birokrasi dari BB menjadi A, satu-satunya kota di Indonesia yang meraih prestasi tersebut

DPRD Surabaya: Pelecut untuk Terus Berinovasi Raih Peringkat A Indeks Reformasi Birokrasi
Raih Peringkat A Indeks Reformasi Birokrasi DPRD Surabaya

NUSADAILY.COM – SURABAYA - Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni mengapresiasi keberhasilan Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya meraih peringkat A (sangat baik) untuk penilaian indeks Reformasi Birokrasi.

Kota Surabaya meningkatkan kategori indeks Reformasi Birokrasi dari BB menjadi A, satu-satunya kota di Indonesia yang meraih prestasi tersebut. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa upaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam membenahi birokrasi yang ada tingkat bawah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berhasil.

BACA JUGA : Resmikan Wisata Kampoeng Kelengkeng di Wonoayu Sidoarjo

“Saya melihat sejak setahun yang lalu dalam setiap diskusi dengan ketua-ketua parpol yang ada di Surabaya, mas wali selalu berpikir keras bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembenahan internal jajaran dan inovasi-inovasi dalam mempermudah layanan terhadap masyarakat Surabaya,

Toni sapaan lekatnya mengatakan sebagai mantan seorang birokrat, wali kota Eri Cahyadi sangat paham bahwa membenahi birokrasi merupakan pangkal keberhasilan setiap program yang dicanangkan. Apalagi, pelayanan publik adalah wajah pemerintah yang hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Semoga pelayanan publik ini dapat terus ditingkatkan,” kata pria yang juga menjabat ketua Golkar Surabaya ini.

BACA JUGA : Nail Art Berbentuk Santa Clause Jadi Trending, Jelang Natal

Toni berharap penghargaan yang diraih Pemkot Surabaya bisa meningkatkan semangat juang seluruh birokrat yang ada di kota pahlawan agar terus berpikir untuk berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Surabaya.

“Ujung dari pengabdian dalam bidang pemerintahan adalah bagaimana setiap nafas yang tersedia selalu digunakan untuk menjadi jembatan ladang amal jariyah dengan memudahkan setiap urusan masyarakat,” pungkas anggota komisi A DPRD Surabaya ini.(ris)