Brasil Vs Korsel di Piala Dunia Qatar Bisa Menghibur Bisa Gali Kubur

Pertandingan ini berlangsung setelah muncul laporan bahwa mantan striker legendaris Brasil Pele kini pindah ke ruang perawatan paliatif atau akhir hayat di rumah sakit setelah tubuhnya berhenti merespons pengobatan kanker.

Brasil Vs Korsel di Piala Dunia Qatar Bisa Menghibur Bisa Gali Kubur

NUSADAILY.COM – QATAR - Brasil akan melawan Korea Selatan pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Stadion 974, Selasa (6/12) dini hari WIB.

Jalan terjal tim Samba kali ini datang dari wakil Asia. Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Brasil melawan Korea Selatan akan menjanjikan momen yang emosional bagi Selecao.

Pertandingan ini berlangsung setelah muncul laporan bahwa mantan striker legendaris Brasil Pele kini pindah ke ruang perawatan paliatif atau akhir hayat di rumah sakit setelah tubuhnya berhenti merespons pengobatan kanker.

Karena itu kemenangan dalam laga ini bisa menjadi penyemangat dan penghargaan untuk Pele.

Selecao jadi kandidat kuat kampiun di Piala dunia 2022. Status favorit pun dipangku cukup baik dengan dua kemenangan beruntun di awal babak penyisihan Grup G.

Hasil maksimal di matchday pertama dan kedua juga dilengkapi dengan catatan clean sheet. Ini mengindikasikan Brasil datang ke Qatar dalam kondisi yang siap.

Sayangnya di matchday ketiga, tren positif dinodai oleh Kamerun yang menang 1-0 atas Brasil. Skuad asuhan Tite gagal lolos sempurna.

Tite memang sengaja menurunkan skuad lapis kedua kontra Kamerun. Toh kekalahan kontra Kamerun tidak menggeser posisi Brasil dari puncak klasemen Grup G.

Sebagai juru taktik, keputusan Tite mengistirahatkan pemain kunci adalah langkah yang logis.

Brasil punya keuntungan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Tite punya banyak pilihan alternatif jika ada pemain yang harus menepi. Kasus absennya Neymar dalam dua dari tiga pertandingan babak penyisihan menjadi contohnya.

Juru taktik 61 tahun itu menjadikan babak penyisihan sebagai laboratorium strategi karena gemar membongkar-pasang susunan pemain. Tidak ada satupun pemain Brasil yang selalu menjadi starter di tiga laga babak penyisihan.

Setelah keluar kabar bahwa Gabriel Jesus dan Alex Telles dipastikan absen karena cedera, seharusnya Tite tidak perlu khawatir lantaran barisan pemain yang mumpuni. Sebab beberapa pemain inti seperti Thiago Silva, Casemiro, Richarlison, dan Vinicisius Junior sudah disimpan di laga terakhir.

Terlebih lagi saat Neymar dan Alex Sandro dikabarkan siap kembali merumput. Daya gedor pengoleksi lima gelar juara dunia itu diperkirakan bakal meningkat pesat.

Kendati demikian, tidak ada jaminan barisan skuad bertabur bintang bakal bebas 'menari-nari' di lapangan. Sebab, Korea Selatan bukan lawan yang ringan bagi Brasil.

Status pemimpin grup membuat Brasil otomatis bertemu dengan Korea Selatan sebagai runner-up Grup H Piala Dunia 2022. Kendati demikian, cara Korea Selatan mendapat tiket babak 16 besar perlu jadi perhatian utama Wakil Amerika Latin itu.

Korea Selatan termasuk fenomenal di Piala Dunia 2022 usai menempuh jalan berliku menuju fase knockout. Taegeuk Warriors mengawali hasil imbang 0-0 kontra Uruguay kemudian takluk 2-3 dari Ghana.

Kemudian di laga pamungkas, Korea Selatan berhasil mengalahkan Portugal 2-1. Tim arahan Paulo Bento itu sukses mengakhiri penantian menginjakkan kaki di babak 16 besar selama 12 tahun.

Korea Selatan sukses menunjukkan mentalitas pantang menyerah meski dengan kesempatan yang sangat tipis. Mental menjadi salah satu faktor keberhasilan Korea di luar aspek teknis dalam bertanding.

Potensi Korea Selatan kembali menghadirkan kejutan sangat terbuka. Menjadi tim yang tak begitu diunggulkan kontra Brasil dapat diterjemahkan oleh Son Heung-min dan kawan-kawan untuk tampil lebih lepas.

Saat melawan Portugal di laga sebelumnya, Korea juga tak begitu difavoritkan untuk menang. Tapi, memori Korea Selatan mengalahkan Brasil 1-0 dalam laga persahabatan pada 1999 lalu dapat menjadi dorongan motivasi Son Heung-min dan rekan-rekan.

Paulo Bento perlu menyingkirkan rekaman head to head kontra Brasil yang mencatat Korea hanya pernah menang satu kali dari total tujuh pertemuan di laga persahabatan. Akan tetapi, pengalaman pelatih 53 tahun itu dalam menangani klub Liga Brasil Cruzeiro dapat diaplikasikan menghadapi lawan.

Situasi ini perlu dibaca oleh Brasil terutama Tite. Ia harus sadar lawan yang dihadapi bukan sekadar peramai kompetisi. Tite harus mempelajari gaya permainan Korea dari laga-laga terdekat, termasuk gerak-gerik pemain lawan yang berpotensi menebar bahaya.

Pemain Brasil wajib mengunci Son Heung-min sebagai motor serangan. Selain itu, Hwang Hee-chan yang menjadi senjata rahasia Korea juga perlu diberi tanda khusus. Dengan persiapan dan strategi yang matang, Brasil dapat mengamankan tiket perempatfinal.(han)