Angkatan Laut China Gelar Simulasi Serangan Terhadap Kapal Induk Taiwan

China memulai latihan perangnya di sekitar wilayah Taiwan sejak Sabtu (8/4) waktu setempat, atau sehari setelah Presiden Tsai Ing-wen kembali dari kunjungan selama 10 hari ke kawasan Amerika Tengah dan Amerika Serikat (AS)

Angkatan Laut China Gelar Simulasi Serangan Terhadap Kapal Induk Taiwan
latihan perang di sekitar Taiwan (Joint Staff Office of the Defense Ministry of Japan/HANDOUT via REUTERS)

NUSADAILY.COM – CHINA - Untuk pertama kalinya, Angkatan Laut China menggelar simulasi serangan yang melibatkan pesawat-pesawat tempur berbasis kapal induk terhadap Taiwan. Simulasi serangan ini menjadi bagian dari latihan perang besar-besaran yang digelar Beijing selama tiga hari terakhir.

Seperti dilansir CNN, Selasa (11/4/2023), China memulai latihan perangnya di sekitar wilayah Taiwan sejak Sabtu (8/4) waktu setempat, atau sehari setelah Presiden Tsai Ing-wen kembali dari kunjungan selama 10 hari ke kawasan Amerika Tengah dan Amerika Serikat (AS), di mana dia bertemu Ketua DPR AS Kevin McCarthy.

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan pada Senin (10/4) waktu setempat bahwa dalam 24 jam terakhir, empat jet tempur J-15 milik China terdeteksi mengudara hingga melintasi bagian tenggara zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan -- zona penyangga yang lebih luas dari wilayah udara Taiwan.

BACA JUGA : China Kirim 70 Sorti Pesawat Militer Dan 11 Kapal Selam...

Jet tempur J-15 merupakan versi jet tempur J-11 yang dikembangkan untuk digunakan pada armada kapal induk China yang terus berkembang.

Tinjauan yang dilakukan CNN terhadap catatan Kementerian Pertahanan Taiwan menunjukkan itu menjadi momen pertama bagi jet tempur J-15 masuk ke dalam ADIZ Taiwan.

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Jepang mengonfirmasi dalam keterangan pers bahwa pasukan militer Jepang mengamati ada 80 pesawat jenis fixed-wing yang lepas landas dan mendarat selama China menggelar latihan militer dari kapal induknya yang bernama Shandong.

Kapal induk Beijing itu terpantau berada di area perairan Samudra Pasifik, tepatnya di sebelah timur Taiwan dan berada di lokasi berjarak 230 kilometer di sebelah selatan Pulau Miyako, Prefektur Okinawa, Jepang.

Disebutkan Kepala Staf Gabungan Jepang bahwa sejumlah jet tempur Angkatan Udara Jepang dikerahkan untuk merespons aktivitas militer China itu.

Jet-jet tempur J-15 termasuk ke dalam 35 pesawat tempur milik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), nama resmi militer China, yang telah melintasi garis median Selat Taiwan atau masuk ke dalam ADIZ Taiwan dalam 24 jam terakhir, atau tercatat hingga Senin (10/4) pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Disebutkan juga oleh Kementerian Pertahanan Taiwan bahwa 11 kapal militer PLA juga terdeteksi berlayar di perairan sekitar wilayah Taiwan, namun tidak disebutkan jaraknya dari daratan Taiwan.

Dalam laporannya pada Senin (10/4) waktu setempat, televisi pemerintah China, CCTV, menyatakan Komando Zona Timur PLA melanjutkan latihan perang di sekitar wilayah Taiwan sebagai bagian dari Operasi Pedang gabungan yang dimulai dua hari sebelumnya.

Latihan pada Senin (10/4) waktu setempat, menurut CCTV, fokus pada latihan 'blokade laut' dan 'serangan penyergapan terarah terhadap kapal musuh yang bertambat' di Selat Taiwan, juga di perairan sebelah barat laut, barat daya dan timur Taiwan.

Sepanjang akhir pekan, sebut CCTV dalam laporannya, sejumlah unit PLA telah menggelar 'simulasi serangan presisi gabungan terhadap target-target utama di Pulau Taiwan' dan di perairan sekitarnya.

Dalam pernyataan lanjutan, CCTV menyebut bahwa PLA telah menuntaskan latihan perangnya di sekitar Taiwan. "Secara komprehensif menguji kemampuan tempur gabungan dari pasukan militer terintegrasi dalam situasi pertempuran sebenarnya," sebut CCTV dalam laporannya.

"Pasukan dalam komando telah siap untuk bertempur setiap saat, dan akan dengan tegas menghancurkan segala jenis upaya separatis 'kemerdekaan Taiwan' atau campur tangan asing," tegas pernyataan itu. (ros)