Semarang Banjir, 7 Mobil Warga Hanyut

"Kita lihat kondisinya memang memprihatinkan. Endapan lumpurnya tinggi, makanya ini tadi saya dengan Pak Kapolrestabes sama-sama menerjunkan personil untuk kerja bakti bareng. Kita harus turun gerak bareng membantu warga supaya masalahnya cepat terselesaikan", ujar Komandan Kodim 0733 Kota Semarang Kolonel Infantri Honi Havana saat meninjau kawasan terdampak banjir di Ngaliyan, Semarang, pada Senin (7/11).

Semarang Banjir, 7 Mobil Warga Hanyut

NUSADAILY.COM – SEMARANG - Sebanyak Tujuh mobil milik warga hanyut terseret banjir bandang yang melanda kawasan Ngaliyan dan Mangkang Kota Semarang pada Minggu (6/11) malam.

Derasnya arus banjir akibat jebolnya tanggul sungai Beringin. Ketujuh mobil warga Perumahan Wahyu Utomo Kecamatan Ngaliyan, Semarang, tersebut terseret hingga radius 2 kilometer dan ditemukan menumpuk di Sungai Beringin pada Senin (7/11) pagi saat banjir menyusut.

"Banjir itu datang sekitar pukul 18.30 WIB, air langsung datang deras tiba-tiba seperti tsunami terus kita fokus menyelamatkan diri kita. Mobil diparkir depan rumah nggak tahunya hanyut kebawa arus," kata Iwan, salah seorang warga.

Banjir yang datang dan menggenang mencapai ketinggian 1 meter itu, kata Iwan, membuat kebanyakan warga was-was dan mencari tempat untuk menyelamatkan diri.

Beruntung, genangan banjir mulai surut pada pukul 21.30 WIB dan pada Senin(7/11)  pagi sudah tak ada lagi genangan banjir namun meninggalkan endapan lumpur di akses jalan masuk perumahan dan rumah warga.

"Malam itu mulai surut dan pagi tadi banjir sudah hilang. Yang menjadi persoalan sekarang endapan lumpurnya nggak karuan, dari akses jalan masuk sana sampai rumah-rumah warga ini. Yang sangat merepotkan ya pembersihan lumpur ini", ujar Iwan.

Untuk membantu warga, pihak Kodim 0733 Kota Semarang dan Polrestabes Semarang serta BPBD Kota Semaranb menerjunkan tim untuk melakukan kerja bakti pembersihan lumpur.

"Kita lihat kondisinya memang memprihatinkan. Endapan lumpurnya tinggi, makanya ini tadi saya dengan Pak Kapolrestabes sama-sama menerjunkan personil untuk kerja bakti bareng. Kita harus turun gerak bareng membantu warga supaya masalahnya cepat terselesaikan", ujar Komandan Kodim 0733 Kota Semarang Kolonel Infantri Honi Havana saat meninjau kawasan terdampak banjir di Ngaliyan, Semarang, pada Senin (7/11).

Banjir bandang melanda wilayah Kelurahan Mangkang dan Kelurahan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Minggu (6/11) petang.

Banjir bandang terjadi karena meluapnya Sungai Beringin yang akhirnya membuat jebol tanggung Daerah Aliran Sungai (DAS) Plumbon.

Meluapnya Sungai Beringin ini sendiri disebabkan guyuran hujan deras selama tiga jam di hampir seluruh wilayah Semarang Raya sejak Minggu sore.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswan Amminudin menyebut ada sekitar 200 rumah warga yang terkena banjir bandang pada Minggu kemarin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

"Ada sekitar 200 rumah yang kena, kalau warganya ada sekitar 350 Kepala Keluarga. Kita langsung bantu warga, dirikan dapur umum juga dan tenda medis. Kondisi cuaca saat ini memang ekstrem sehingga warga harus selalu waspada bencana", ungkap Iswar.(han)