Satu Anak Korban Banjir di Bali Ditemukan Meninggal Dunia

Seorang anak yang terseret banjir di Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, ditemukan meninggal dunia. Korban bernama I Gusti Ngurah Wedana Putra (8) ditemukan di Sungai Ketapang, kurang lebih 10 meter ke arah barat dari rumahnya.

Satu Anak Korban Banjir di Bali Ditemukan Meninggal Dunia
Foto ilustrasi.

NUSADAILY.COM – BALI - Seorang anak yang terseret banjir di Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, ditemukan meninggal dunia. Korban bernama I Gusti Ngurah Wedana Putra (8) ditemukan di Sungai Ketapang, kurang lebih 10 meter ke arah barat dari rumahnya.

"Selanjutnya korban dievakuasi menuju Puskesmas Selat dengan menggunakan ambulans Puskesmas Selat, Karangasem," ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka Widnyana, Senin (17/10).

Peristiwa banjir itu terjadi pada pukul 04.00 WITA. Korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama empat jam.

Sang kakak, I Gusti Ayu Agung Pradnya Aprillianti (19), yang juga terseret banjir telah ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia.

BACA JUGA : 3 Warga di Bali Hilang Terseret Banjir, Satu Tewas dan Dua Belum Ditemukan

Sementara itu, kedua orang tua korban dan satu anak lainnya selamat dalam bencana banjir itu.

Seorang siswi SMA juga dilaporkan hilang terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.

Siswi tersebut terseret arus saat melewati jembatan alternatif yang ada di sebelah utara jembatan Biluh Poh di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembarana, Bali, yang merupakan akses utama dan saat ini sedang ditutup.

"(Dia melewati) jembatan lain alternatif, yang ada di sebelah utara di jalur utama," kata Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana saat dihubungi.

BACA JUGA : Banjir Bandang Terjang 4 Dusun di Lombok Utara, Ratusan KK Mengungsi

Dari informasi yang dihimpun korban adalah siswi SMA kelas 3 di Desa Penyaringan, bernama Ni Putu Widya Margareta. Dia terseret banjir pada Minggu (16/10) kemarin. Saat itu, korban sedang berangkat ke Pasar Lelateng di Kecamatan Negara bersama ayahnya, namun tergelincir ke sungai yang airnya meluap.

"Sementara (benar) ada informasi bahwa satu warganya dinyatakan hilang dan masih proses (pencarian). Kemungkinan besar terseret arus karena dia mau melintasi jembatan mungkin, mungkin terpeleset," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, akibat banjir bandang yang menerjang jembatan Biluh Poh di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembarana, Bali, mengakibatkan jalur utama Gilimanuk-Denpasar, Bali, tidak bisa dilewati dan saat ini ditutup.(lal)