Kaviar Unik di Meksiko yang Berasal dari Telur Serangga, Udah Pernah Nyoba?

Menyoal nama kaviar Meksiko yang unik, ahuautle ternyata punya arti harfiah yang mendalam. Ahuautle dari bahasa Meksiko berarti "bijian kebahagiaan."

Kaviar Unik di Meksiko yang Berasal dari Telur Serangga, Udah Pernah Nyoba?
Foto: Jessica Vincent via BBC

NUSA DAILY – JAKARTA - Caviar atau kaviar identik sebagai makanan mewah yang berasal dari telur ikan sturgeon. Tapi di Meksiko, ada 'kaviar' unik yang merupakan telur serangga. Seperti apa tampilan dan cita rasanya ya?

Kaviar Meksiko dikenal dengan sebutan ahuautle. Konon, sejak ribuan tahun lalu, ahuautle merupakan makanan para dewa di kalangan suku Aztec.

Mengutip Oddity Central (14/10), kaviar Meksiko itu berasal dari telur serangga lalat air yang hidup di Lake Texcoco. Serangga itu tergolong dalam keluarga corixidae. Warga lokal lebih mengenalnya sebagai nyamuk.

Menyoal nama kaviar Meksiko yang unik, ahuautle ternyata punya arti harfiah yang mendalam. Ahuautle dari bahasa Meksiko berarti "bijian kebahagiaan."

BACA JUGA:Ini 9 Jenis Makanan yang Efektif untuk Cegah Kanker Otak

 Untuk memanen ahuautle juga tidak mudah. Petani perlu menempatkan jaring buluh tenunan tangan, tepat di bawah permukaan air selama 3 minggu.

Selama waktu ini, lalat air bakal menetaskan ribuan telur di alang-alang yang kemudian diekstraksi dan dijemur di bawah sinar matahari. Proses ini bertujuan menghilangkan semua kelembapannya.

Tak seperti kaviar yang umum dinikmati langsung sebagai topping makanan, ahuautle biasanya diolah sebagai kroket. Bahan adonannya termasuk tepung dan telur yang kemudian digoreng dalam minyak panas.

BACA JUGA:Cara Membuat Roti Boy Toast yang Viral, Hanya Pakai Roti Tawar Secukupnya

Konon rasa kroket ahuautle begitu nikmat, namun sekarang menu ini agak sulit ditemukan. Hanya sedikit restoran di Mexico City yang masih menawarkannya.

Alasannya karena telur serangga ini tidak begitu populer di kalangan anak muda. Kebanyakan generasi muda tidak tahu apa itu lalat air yang bisa dimakan.

Mencari ahuautle belakangan ini juga tidak mudah, bahkan tradisi memanen ahuautle terbilang sekarat. Hanya beberapa petani saja yang masih mau mempraktikkannya di Lake Texcoco yang cepat kering.

Akibatnya, kalaupun ada, ahuautle memiliki harga mahal. Pada tahun 2019, BBC melaporkan harga sebotol kecil ahuautle mencapai 400 peso atau sekitar Rp 309 ribu.

Harga ini tergolong mahal karena harga 1 kg daging sapi di sana 4 kali lebih murah. Hal inilah yang membuat sebutan "kaviar Meksiko" semakin populer.

Soal cita rasa ahuautle, konon kata yang pernah mencobanya, rasa amisnya kuat. Mirip seperti cita rasa ebi kering yang banyak digunakan dalam masakan Asia Timur.

Menariknya, ahuautle bukan satu-satunya hidangan yang dikenal sebagai "kaviar Meksiko". Julukan ini disematkan juga untuk escamol yang merupakan campuran larva dan kepompong dari 2 spesies semut berbeda.(rws)