Isak Tangis Warnai Audensi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Bersama KPAI

Bahkan, seorang ibu bernama Elmiati kehilangan suami dan anaknya berumur tiga tahun, tidak sanggup lagi untuk bercerita. Dengan menahan tangis sambil sesenggukan ibu muda ini meminta keadilan atas peristiwa yang menimpanya

Isak Tangis Warnai Audensi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Bersama KPAI
Suasana Pertemuan Kuasa Hukum TGA,Korban dan Keluarga Dengan KPAI di Jakarta, Kamis (17/11/2022).

NUSADAILY.COM | JAKARTA - Bertempat di lantai 3 Gedung Komisi Perlindungan Anak dan Ibu ( KPAI) Jakarta, sejumlah Keluarga korban bersama kuasa hukum dan Tim Gabung Aremania (TGA) mengadakan audensi dengan komisioner KPAI yang diwakili oleh Kepala Bagian Hukum dan Pengaduan Rosinawati dan jajarannya 

Dalam pertemuan, keluarga korban menceritakan kepada KPAI tentang yang dialami anak anaknya saat kejadian tragis itu.Dengan uraian air mata mereka  mengatakan tidak habis pikir kenapa kejadian ini bisa terjadi.

Bahkan, seorang ibu bernama Elmiati yang kehilangan suami dan anaknya yang berumur tiga tahun, tidak sanggup lagi untuk bercerita.Dengan menahan tangis sambil sesenggukan ibu muda ini meminta keadilan atas peristiwa yang menimpanya. 

"Saya minta kasus diselesaikan secara adil," ucapnya sambil menyeka kedua matanya di pertemuan itu Kamis (17/10/2022).

Sementara itu, orang tua  Reyvano Vicentius Sari meminta  KPAI untuk berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan dukungan  kepada seluruh korban dalam mencari keadilan.Selain itu dirinya juga menanyakan mampukah KPAI mengemban amanah yang dikeluhkan oleh para orang tua korban.

"Bisakah Ibu mengemban amanah yang diberikan kepada kami, jawab Bu," tanyanya kepada Rosinawati yang mewakili komisioner KPAI

Mendapat pertanyaan tersebut, perempuan yang kerap disapa Ros itu, tidak bisa memberikan janji.Namun, ia akan menyampaikan hal ini sepenuhnya kepada komisioner secepatnya.

"Gini ya pak, tadi sudah saya sampaikan,semua ini akan saya tampung,dan akan saya sampaikan ke komisioner, tapi jika dibilang janji tidak boleh ya pak, tapi kita usahakan secepatnya akan kita selesaikan," jawabnya.

Sebelumya, Kuasa hukum Korban Tragedi Kanjuruhan Ahmad Agus Muin, jika korban dari tragedi Kanjuruhan hampir 60 persen korbannya adalah anak anak Oleh karena itu ia bersama keluarga korban mendatangi lembaga ini.

Karena, sejak terjadinya peristiwa tersebut hingga saat ini KPAI tidak pernah turun langsung ke Malang.Untuk memberikan dukungan ataupun pendampingan kepada korban  tragedi Kanjuruhan .

"Hingga saat ini saya lihat teman teman KPAI belum pernah turun langsung ke Malang," ucapnya.

Menurutnya, seharusnya KPAI punya tanggung jawab atas sebagian korban tragedi tersebut adalah anak anak dan perempuan.Untuk memberikan pengawasan dan memulihkan psikologi anak.

"Harusnya KPAI dengan adanya kasus ini harus jemput bola, tidak harus menunggu laporan secara online," tukasnya.

Seperti diketahui, untuk mencari keadilan atas 135 korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu .sebanyak 50 orang perwakilan dari keluarga paguyuban korban Tragedi Kanjuruhan berangkat ke Jakarta. Pada Rabu (16/11/2022).

Mereka berangkat dari markas tim gabungan Aremania (TGA) di gedung KNPI kota Malang. Ada dua bis yang disiapkan oleh TGA untuk mengangkut para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan ini. Mereka didampingi oleh Tim Gabungan Aremania, serta tim hukum Aremania. 

Rencananya mereka akan menuju sejumlah lembaga negara, mulai dari DPR RI, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Bareskrim Mabes Polri.(sir/wan).