Harga Minyak Sulingan Bakal Turun Lagi, Kedelapan Kalinya dalam Tahun Ini

Pukul 24:00 tanggal 21 November, babak baru jendela penyesuaian harga minyak sulingan akan dibuka. Sumber institusi percaya bahwa harga minyak mentah internasional baru-baru ini telah mempertahankan tren yang tidak stabil, dan kemungkinan putaran baru pemotongan harga eceran domestik untuk produk minyak olahan relatif tinggi.

Harga Minyak Sulingan Bakal Turun Lagi, Kedelapan Kalinya dalam Tahun Ini
ilustrasi harga minyak (sumber: istockphoto)

NUSADAILY.COM - BEIJING- Pukul 24:00 tanggal 21 November, babak baru jendela penyesuaian harga minyak sulingan akan dibuka. Sumber institusi percaya bahwa harga minyak mentah internasional baru-baru ini telah mempertahankan tren yang tidak stabil, dan kemungkinan putaran baru pemotongan harga eceran domestik untuk produk minyak olahan relatif tinggi.

Melansir Tencent News, mengenai pemotongan harga tersebut, maka aturan biaya untuk mobil pribadi kecil dengan kapasitas tangki bahan bakar 50L, diperkirakan biayanya lebih murah sekitar 4 yuan untuk mengisi tangki bensin 92# dari sebelumnya.

BACA JUGA: Malaysia Laporkan 3.037 Kasus Baru Positif COVID-19 dan...

Yang Xiaofen, seorang analis minyak di Jinlianchuang, mengatakan: "Di satu sisi, berbagai faktor negatif telah menekan harga minyak. Faktor-faktor seperti resesi ekonomi global, harga minyak yang tinggi, dan epidemi semuanya menekan konsumsi minyak.

Namun di sisi lain, beberapa faktor positif masih memberikan tekanan pada harga minyak." Ia juga memperkirakan bahwa berdasarkan harga minyak mentah saat ini, kemungkinan putaran baru pemotongan harga eceran untuk produk minyak sulingan tinggi.

Dilihat dari tren harga minyak mentah internasional berjangka minggu ini, harga rata-rata minyak AS dan minyak Brent turun minggu demi minggu. Tingkat penggantian minyak mentah referensi domestik saat ini berada dalam kisaran negatif.

BACA JUGA: Laporan Belum Ditindaklanjuti, Penyintas Tragedi Kanjuruhan Mau Ngadu ke Propam Polri Hari Ini

Yang Xiaofen juga berpendapat bahwa pada tahap selanjutnya, masih perlu memperhatikan dukungan minyak mentah berjangka AS di 80 dolar AS/barel setelah penyesuaian harga minyak mentah internasional yang lemah. (mdr2)