Dua Remaja di Jerman Bikin Onar Pakai Airsoft Gun

Dua pemuda di Würzburg Jerman mengancam pengemudi bus menggunakan airsoft gun yang sangat mirip dengan pistol asli dan dua buah pisau buntut dari perselisihan.

NUSADAILY.COM – WÜRZBURG – Dua pemuda di Würzburg Jerman mengancam pengemudi bus menggunakan airsoft gun yang sangat mirip dengan pistol asli dan dua buah pisau buntut dari perselisihan.

Pada hari Kamis pagi, 13 Oktober (waktu setempat), terjadi sebuah pertengkaran di dalam sebuah bus. Dua orang muda mengancam pengemudi dengan airsoft gun dan dua pisau.

Awal pertengkaran dimuali dari dua remaja yang masih berusia 16 tahun naik bus. Di situlah pengemudi dan remaja pertama kali bertengkar ketika pengemudi meminta mereka berdua mengenakan masker jenis FFP2.

BACA JUGA: Penembakan Terjadi di North Carolina AS, 5 Orang Tewas

Menurut laporan, mereka sangat enggan untuk mematuhi aturan masker yang diberlakukan. Mereka kemudian keluar dari bus dan berjalan kembali ke pusat kota, kata juru bicara markas besar polisi di Lower Franconia, seperti dilansir Merkur.

Kedua remaja kemudian muncul di sebuah stasiun pengisian bahan bakar, di mana mereka mengancam kasir dengan airsoft gun yang tampak nyata. Mereka menghilang dari stasiun pengisian bahan bakar dan kemudian menarik perhatian di sebuah supermarket.

Di sana mereka membuka kemasan dan makan dan minum di dalam toko. Ketika mereka ditegur dan hendak diamankan, mereka melambaikan airsoft gun di depan karyawan toko.

Saat keluar toko, mereka naik ke sebuah bus, seperti kebetulan, bus yang mereka naiki adalah bus yang sama di pagi hari di mana pertengkaran pecah dengan pengmudi bus sebelumnya.

Ilustrasi airsoft gun. Gambar: Getty Images/tradeinn

Di dalam bus, kedua pemuda tersebut ingin turun namun bus tetap melaju membuat kedua remaja itu cemas.

BACA JUGA: Rizky Billar Video Call Lesti Kejora Usai Ditetapkan Jadi Tersangka

Mereka mengeluh kepada pengemudi, dan pertengkaran pun meningkat lagi. Mereka mengancam dengan airsoft gun kembali dan pisau, lalu mereka melarikan diri dari bus.

Sebuah pasukan yang cukup besar dari polisi akhirnya mencari kedua remaja tersebut. Polisi dapat menangkap mereka beberapa saat kemudian.

Menurut juru bicara polisi, ini adalah situasi yang rumit, karena jika orang mengeluarkan airsoft gun, itu sulit dibedakan pistol asli atau hanya airsoft gun, terutama dalam situasi kepanikan.

Salah satu remaja melakukan perlawanan terhadap petugas saat dilakukan penangkapan.

Menurut laporan Merkur, kedua remaja diperiksa atas perbuatan mereka. Salah satu dari mereka diperiksa karena melawan petugas penegak hokum saat penangkapan. Sample darah diambil karena diduga mereka dalam pengaruh alcohol, dan kemudian diserahkan kepada orang tua mereka. (jrm1/lna)