Tutik Yunarni, Teruskan Jejak Suami, Tinggalkan Profesi Guru untuk Pengabdian Lebih Luas

Dra. Hj. Tutik Yunarni, adalah anggota DPRD Kabupaten Malang. Terhitung sudah dua periode menjabat sebagai anggota dewan. 

Tutik Yunarni, Teruskan Jejak Suami, Tinggalkan Profesi Guru untuk Pengabdian Lebih Luas
Tutik Yunarni

NUSADAILY.COM - MALANG - Dra. Hj. Tutik Yunarni, adalah anggota DPRD Kabupaten Malang. Terhitung sudah dua periode menjabat sebagai anggota dewan. 

Pada Pemilu 2024, Tutik Yunarni kembali mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg). Ia kembali ingin mengabdikan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang untuk kali ketiganya. 

Tutik Yunarni masuk Daerah Pilihan (Dapil) 2. Meliputi Kecamatan Turen, Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading. Ia berharap bisa kembali mengabdi untuk menyampaikan amanah dan baktinya pada masyarakat Kabupaten Malang secara umum.

Untuk mengejar impiannya, Tutik Yunarni senantiasa konsisten membangun dan menjaga komitmen bersama masyarakat. Dengan begitu kontituen akan tetap berada di sisinya, untuk mendukung harapannya sebagai anggota DPRD.

Namun perlu diketahui, bahwa sebelum terjun ke dunia politik, Tutik Yunarni adalah seorang guru. Selama menjadi pengajar, dia sudah banyak mencetak generasi muda yang cerdas dan pintar. 

Namun pengabdiannya sebagai guru ditinggalkan, karena ingin mengabdi lebih luas. Tidak hanya pada generasi muda, tetapi juga masyarakat Kabupaten Malang. 

Tutik Yunarni beralih sebagai politikus untuk meneruskan jejak suaminya. Ia bergabung dengan partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih. 

Alasannya, karena dengan menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang, ia bisa mengabdikan dirinya untuk orang banyak dan lebih luas. Tidak hanya terbatas pada anak didik saja. 

"Begitu bisa secara langsung alokasi yang ada dipakai untuk pengabdian yang secara langsung menyentuh pada masyarakat," ungkap, Tutik Yunarni.

Memang sebagai politikus itu tidak harus linier dengan jenjang pendidikan, yang ditempuh sebelumnya. Kalau dilihat dari sebagian curiculum vitae, Tutik Yunarni dirinya merupakan lulusan dari IKIP PGRI (Sekarang-l Unikama, red).

Yuni panggilan akrab Tutik Yunarni menambahkan, pendidikan tidak sepenuhnya sebagai rujukan. Asal mau belajar dan terus belajar bagaimana berpolitik yang baik pasti akan diperhitungkan oleh lawan maupun kawan. Karenanya harus menjadikan diri sebagai politikus yang handal.

"Kemampuan yang bagus bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kinerja, sebagaimana tugas dan fungsi DPRD," paparnya.(ap)