Solusi Kompetensi via Microlearning

Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja. Pendidikan kejuruan berorientasi pada lulusan yang siap bekerja. Dalam upaya untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, institusi pendidikan kejuruan perlu mempertimbangkan berbagai metode pembelajaran yang efektif.

Solusi Kompetensi via Microlearning
Ahsan Muafa

Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja. Pendidikan kejuruan berorientasi pada lulusan yang siap bekerja. Dalam upaya untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, institusi pendidikan kejuruan perlu mempertimbangkan berbagai metode pembelajaran yang efektif.

Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah pembelajaran microlearning. Bagaimana konsep pembelajaran microlearning dalam konteks pendidikan kejuruan? Microlearning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penyampaian informasi dalam potongan-potongan kecil yang mudah dicerna. Biasanya, materi pembelajaran dibagi menjadi modul-modul singkat yang dapat diakses melalui berbagai platform, termasuk ponsel pintar dan komputer. Metode ini memungkinkan pembelajar untuk mengakses informasi sesuai kebutuhan mereka dan memungkinkan pembelajaran mandiri yang lebih efisien.

Saat ini beberapa platform media sosial menyediakan fitur yang memungkinkan guru memberikan potongan-potongan informasi melalui teks maupun video pendek secara gratis. Siswa dapat membaca dan mempelajari teks maupun video tersebut sebagai sumber belajar. Dengan memberikan sedikit demi sedikit informasi yang terus berkesinambungan, pada satu waktu informasi yang sudah didapatkan dipadukan menjadi sebuah informasi yang utuh. Antara satu informasi dengan informasi lainnya dipadukan dalam sebuah relasi konektivitas.   

Microlearning sangat penting dalam pendidikan kejuruan. Seperti kita ketahui bersama bahwa pendidikan kejuruan sering melibatkan peningkatan keterampilan praktis yang diperlukan di dunia kerja. Microlearning memungkinkan peserta didik untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan secara lebih efisien dan fleksibel. Dalam dunia yang terus berubah dengan cepat, kemampuan untuk belajar secara cepat dan efektif menjadi kunci untuk kesuksesan dalam karier kejuruan.

Perubahan kebutuhan keterampilan kerja karena semakin bertambah majunya teknologi membutuhkan kemampuan adaptasi dalam bekerja. Pendidikan kejuruan yang membentuk siswa menjadi personal dengan kompetensi tertentu membutuhkan pengembangan kompetensi baik kompetensi utama maupun pendukung. Dengan menerapkan microlearning, siswa-siswi kejuruan diharapkan mengalami kemajuan keterampilan. Setahap demi setahap keterampilan siswa dibangun hingga mencapai titik tertinggi sesuai dengan kompetensi minimal di bidangnya.

Melalui pembelajaran microlearning, peserta didik dapat memelajari berbagai keterampilan. Sebagai contoh, siswa diharapkan mampu melakukan pemrograman komputer hingga keterampilan tangan seperti pengelasan. Materi pembelajaran dapat diberikan secara multimodal atau multimedia, berupa video pendek, simulasi interaktif, atau bahkan tes singkat. Penerapan multimodal ini memungkinkan peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep-konsep yang mereka perlukan dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka.

Microlearning cocok untuk pembelajaran singkat. Pembelajaran dapat dilaksanakan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Namun demikian, pembelajaran yang dilakukan tetap memerhatikan dan memprioritaskan efektivitas pembelajaran. Indikator capaian pembelajaran dapat diukur untuk keterampilan sederhana penunjang keterampilan utama.

Pembelajaran microlearning ini cocok untuk situasi waktu pembelajaran sangat terbatas. Contohnya, peserta didik dalam program pendidikan kejuruan yang juga bekerja dapat menggunakan microlearning untuk meningkatkan keterampilan mereka tanpa mengorbankan pekerjaan atau kehidupan pribadi. Microlearning juga dapat digunakan untuk mengatasi tantangan belajar yang mungkin dihadapi oleh peserta didik dengan mobilitas terbatas.

Salah satu keunggulan besar dari microlearning adalah fleksibilitasnya dalam hal pembelajaran dapat terjadi. Peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran melalui perangkat seluler mereka kapan saja dan di mana saja. Ini dapat terjadi di rumah, di tempat kerja, atau bahkan dalam perjalanan. Pembelajaran tidak terbatas oleh lokasi fisik semata.

Microlearning dapat juga digunakan oleh berbagai kelompok peserta didik. Mulai dari mahasiswa yang baru lulus dari sekolah menengah dan ingin memulai karier kejuruan mereka hingga profesional yang ingin meningkatkan keterampilan mereka untuk berkembang dalam pekerjaan mereka. Microlearning dapat disesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan kebutuhan individu sehingga dapat membantu siapa pun yang ingin belajar.

Berbagai keunggulan microlearning memberikan peluang terciptanya pebelajar yang mandiri. Dengan microlearning ini, kita bisa mendesain pembelajaran dan melakukan pengukuran keterampilan peserta didik. Peserta didik diukur sejauh mana mereka mengerti prosedur melakukan penyelesaian pekerjaan berdasarkan keterampilan dasar yang dicapai.

Oleh karena itu, kita dapat dapat pula melakukan penilaian terhadap capaian kompetensi peserta didik secara parsial. Untuk mencapai beberapa bagian keterampilan utama dan keterampilan pendukung, pembelajaran dikemas secara parsial dalam microlearning dan pengukuran hasil belajar berupa kompetensi, juga diukur secara parsial berdasarkan keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa.    

Dari uraian di atas jelas bahwa pembelajaran microlearning sangat cocok diterapkan pada pendidikan kejuruan yang dapat membantu peserta didik memeroleh keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses di dunia kerja. Institusi pendidikan kejuruan dapat merancang program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik mereka. Dengan demikian, microlearning adalah solusi yang berpotensi mengubah cara kita mendekati pembelajaran dalam pendidikan kejuruan.

 

 

 

Ahsan Muafa S.T., M.Pd. adalah dosen Prodi Teknik Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo. Tulisan ini disunting oleh Dr. Indayani, M.Pd., dosen PBI, FISH, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan pengurus Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI).