Hasto: Presiden Melalui Proses Pemilu Bukan Jatah-jatahan

Jadi bagi PDIP, ucapan Jokowi kepada Prabowo itu bukanlah bentuk dukungan. Melainkan hanya bagian dari upaya saling memuji di antara pemimpin.

Hasto: Presiden Melalui Proses Pemilu Bukan Jatah-jatahan

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan jabatan presiden bukan soal jatah-jatahan.

Hasto mengatakan, posisi itu hanya didapat melalui proses demokrasi yakni pemilu.

Hal itu dikatakan Hasto menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut pemilihan presiden berikutnya adalah jatah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Semua kan tahu, namanya pemilu, pemimpin, presiden itu kan bukan jatah menjatah. Tapi melalui hasil proses pemilu," kata Hasto di Surabaya, Rabu (9/11).

Hasto pun mengaku berada di lokasi yang sama saat Jokowi mengucapkan itu, yakni di acara peringatan ulang tahun Perindo di Jakarta, Senin (7/11).

"Jadi kebetulan saya kan di Perindo ya saat itu ulang tahun. Itu kan diawali dengan pidato, Pak Hary Tanoe yang menanyakan kepada Pak Jokowi resepnya bisa menang terus itu bagaimana," ujarnya.

Jokowi kemudian menjawabnya. Di acara itu kebetulan juga hadir Prabowo yang notabene adalah rival politik Jokowi saat kontestasi Pilpres 2014 dan 2019.

"Lalu pak jokowi kan menyapa Pak Prabowo di situ, lalu mengatakan 'saya [Jokowi] menang pilpres dua kali selanjutnya jatah Pak Prabowo'," ucapnya.

Hasto berpendapat ucapan Jokowi kepada Prabowo itu sebatas untuk memuji dan memberikan harapan saja.

Kata Hasto, hal itu sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Jokowi bahwa di antara partai juga penting untuk saling melempar pujian dan membangun harapan.

"Sebelumnya Pak Jokowi menegaskan pentingnya di antara partai itu juga untuk saling memuji. Jadi kami membangun harapan, jangan sampai kontestasi dalam tahun politik ini justru memiliki dampak negatif, kami harus meningkatkan kualitas birokrasi," ucapnya.

Jadi bagi PDIP, ucapan Jokowi kepada Prabowo itu bukanlah bentuk dukungan. Melainkan hanya bagian dari upaya saling memuji di antara pemimpin.

"Dan yang dilakukan Pak Jokowi kami lihat dari sisi di antara pemimpin biasalah saling encourage satu dengan yang lain," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pemilihan presiden berikutnya adalah jatah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pernyataan itu Jokowi sampaikan saat membahas rekor kemenangannya di pilpres. Dia bercerita dua kali menang Pilpres setelah mengalahkan Prabowo.

"Dua kali di pilpres juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," kata Jokowi di puncak peringatan ulang tahun Perindo di Jakarta, Senin (7/11).(han)