Dr Reisa Diusulkan Jadi Jubir PSSI

Muncul usul agar PSSI menunjuk juru bicara demi membenah komunikasi publik terkait Tragedi Kanjuruhan, dengan dr. Reisa Broto Asmoro disebut sebagai figur yang tepat.

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Muncul usul agar PSSI menunjuk juru bicara demi membenah komunikasi publik terkait Tragedi Kanjuruhan, dengan dr. Reisa Broto Asmoro disebut sebagai figur yang tepat.

Hal itu dikatakan oleh Founder Football Institute, Budi Setiawan. Menurutnya, komunikasi publik PSSI buruk dalam mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang terkadang malah menuai sorotan.

BACA JUGA: Komnas HAM Panggil Match Commisioner PSSI dan Tim Asops Mabes Polri Terkait Tragedi Kanjuruhan


Anggota Exco PSSI, Sonhadji, misalnya. Ia pernah menyebut Tragedi kanjuruhan sebagai "takdir Tuhan". Publik sontak merespons negatif karena dianggap tidak peka dengan situasi dan kondisi.

Selain itu, sejumlah figur di PSSI juga acapkali bicara ke publik sehingga memunculkan anggapan kurangnya koordinasi. Untuk itulah PSSI disarankan untuk menunjuk jubir dan dr. Reisa dianggap sebagai sosok yang pas.

"Kami melihat sosok dr. Reisa Broto Asmoro patut dan layak dipertimbangkan menjadi jubir PSSI. Kepiawaian dr. reisa menyampaikan perkembangan harian dalam masa pandemi menjadi bukti bahwa dia mampu meredam kebosanan dan kemarahan masyarakat selama terkurung di rumah," kata Budi, seperti dilansir dari detikSport.

BACA JUGA: Komisi X DPR Angkat Bicara Usai Ketum PSSI dan Presiden FIFA Ikuti Fun Football di Tengah Duka Tragedi Kanjuruhan


"Tupoksi Reisa sebagai jubir PSSI tentu bukan bicara kebijakan dan teknis sepakbola, tentu dia akan sangat kesulitan untuk mempelajari tentang sepakbola dan PSSI dalam waktu singkat. Tupoksi Reisa adalah memberikan keterangan pers mengenai apa sih sebenarnya yg dirapatkan oleh PSSI bersama AFC, FIFA, dan Pemerintah."

"Keterbukaan ini menurut kami penting tersampaikan ke publik agar PSSI mendapatkan kembali kepercayaan FIFA dan Pemerintah, terutama publik, karena bagaimanapun publik adalah alasan PSSI ada. Sosok Reisa, saya yakin mampu mengelola ekspektasi publik. Perlu diingat, seringkali penyampai pesan sama penting dengan isi pesan itu sendiri. Istilah sepakbolanya naturalisasi dr. Reisa," kata dia menambahkan.(eky)