Viral Orang Indonesia Kena Palak di Paris, Bermodus Jualan Gelang

Paris terkenal sebagai Kota Romantis dunia. Tapi jangan salah, di sana banyak penipuan dan pemalakan.

Viral Orang Indonesia Kena Palak di Paris, Bermodus Jualan Gelang
Turis Indonesia kena palak di Paris (radixhidayat/Twitter)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Paris terkenal sebagai Kota Romantis dunia. Tapi jangan salah, di sana banyak penipuan dan pemalakan.

Seorang traveler asal Indonesia viral di Twitter. Melalui akun pribadinya, @radixhidayat, ia bercerita bahwa liburannya terganggu karena ulah oknum di Paris.

BACA JUGA: Mengapa Pramugari Suka Tutup Tirai Dapur saat Terbang? Ini Alasannya

"Jadi kemarin di tempat ini (Montmartre) kami nyaris kena palak/scam. Modusnya, maksa ngiketin tali gelang terus maksa-maksa 'give us ur money'," cuitnya.

Berbentuk utas, cerita masih terus berlanjut. Setelah sadar bahwa dirinya dipalak, traveler ini langsung berteriak minta tolong dalam bahasa Inggris (Help).

"Di Paris jarang ketemu yang bisa ngomong bahasa English, termasuk petugas bandara, supir bus, petugas tiket kereta, dan host airbnb. Yang malah ngomong English tukang palak (bilang 'give us your money' ke kami)," lanjutnya.

Untuk memperkuat bukti, dirinya bahkan memposting gelang yang dipaksa diikatkan oleh para penipu itu. Gelangnya hanya terdiri dari benang berwarna kuning dan hijau.

Cuitan ini viral di Twitter, sudah ada 3.359 akun yang menyukai dan 636 yang me-retweet. Banyak netizen yang juga merasakan penipuan saat liburan ke Paris.

"Tahun 2016 pernah nulis artikel ini (tahun 2017 ngalamin sendiri kecopetan di Paris)" cuit @arievrahman.

"gue sm temen gue wkt it dipakein gelang jg dan it kek di hipnotis, dan dompet temen gue yg kena. gue engga. bersyukur tp kasian temen gue," balas akun @bwrengsek.

BACA JUGA: Diduga Mabuk, WNI Ngamuk di Pesawat Turkish Airlines

"jadi inget waktu ke paris mau foto di arc du triomphe, baru aja turun bis tas udh mau digondol aje sm maling. Wouldn't recommend Paris. Mending ke Italy," tambah @harryxadele.

Scam atau penipuan sendiri jadi masalah yang terus dihadapi turis di Paris. Kebanyakan mereka menggunakan bahasa Inggris, sehingga traveler Indonesia harus hati-hati. Baiknya, malah pura-pura tidak bisa bahasa Inggris, ya!(roy)