Soal Tudingan 'Gandeng Pengkritik', PKS Ingatkan PDIP Tak Campuri Partai Lain

"Saya kira itu sikap yang kurang bijak ya. Karena setiap partai politik punya hak otonomi dalam menentukan sikap politik partainya. Tidak boleh ada intervensi dan intimidasi kepada setiap partai politik dalam menentukan gerak langkahnya," kata juru bicara PKS Muhammad Kholid kepada wartawan, Jumat (28/10/2022).

Soal Tudingan 'Gandeng Pengkritik', PKS Ingatkan PDIP Tak Campuri Partai Lain

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberi peringatan jangan mengaku menjadi pendukung setia Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin tetapi malah menggandeng partai pengkritik.

PKS mengingatkan PDIP agar tak selalu intervensi dan mencampuri urusan rumah tangga partai lain di koalisi Jokowi.

"Saya kira itu sikap yang kurang bijak ya. Karena setiap partai politik punya hak otonomi dalam menentukan sikap politik partainya. Tidak boleh ada intervensi dan intimidasi kepada setiap partai politik dalam menentukan gerak langkahnya," kata juru bicara PKS Muhammad Kholid kepada wartawan, Jumat (28/10/2022).

PKS pun membela diri soal pengkritik pemerintah, sebab PKS memandang kritik bagus untuk negara demokrasi. Sehingga jalannya negara tak mengarah ke otoritarian.

"Terkait partai pengkritik pemerintah, menurut pandangan kami, kritik itu justru bagus buat kekuasaan di dalam negara demokrasi. Tanpa kritik dari kelompok oposisi, kekuasaan akan menjelma menjadi otoritarianisme," ujarnya.

Di sisi lain, kritik menurut PKS juga hal lumrah di negara demokrasi. PKS menganalogikan kritik sebagai vitamin, sedangkan pujian sebagai lemak.

"Demokrasi butuh kritikan bukan pujian. Kritikan itu vitamin, pujian itu seperti lemak. Banyak kritik banyak vitamin, sehat. Banyak pujian, banyak lemak nanti kolesterol," imbuhnya.

Hasto Kristiyanto sebelumnya menyebut partainya selalu menerapkan kedisiplinan dalam berbagai aspek. Hasto memberi peringatan jangan mengaku menjadi pendukung setia Presiden Jokowi-Wakil Presiden Ma'ruf Amin tetapi malah menggandeng partai pengkritik.

"PDI Perjuangan sebagai partai pelopor harus memiliki disiplin berdemokrasi, disiplin teori, disiplin gerakan, dan disiplin dalam bertindak," kata Hasto dalam perayaan Sumpah Pemuda di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta, Jumat (28/10).

"Jangan ikrar terhadap disiplin, mengaku mendukung pemerintah Pak Jokowi dan kemudian Bapak Kiai Ma'ruf Amin sampai akhir tahun, tetapi bergandengan erat dengan partai-partai yang setiap hari mengkritik Pak Jokowi," sambungnya.

Hasto mengharapkan PDIP dapat melahirkan pemuda-pemudi gemblengan yang memiliki kesadaran ideologis berdasarkan Pancasila.

"Pemuda yang memiliki kesadaran demokratik untuk meningkatkan seluruh kemampuan profesional dan jati dirinya, meningkatkan personality, meningkatkan kemampuan dalam transformasi organisasi yang dipimpinnya untuk kemajuan bagi Indonesia, tetapi pada saat bersamaan dia berdiri kokoh pada kebudayaan," kata dia.(han)