Saan Mustopa Ketua DPW NasDem Jabar Bantah Ribuan Kader Indramayu Pindah ke Perindo

Saan memperkirakan kader NasDem yang pindah ke Perindo hanya sekitar 30-an orang. “Kurang lebihnya segitu, tak sampai ratusan, apalagi ribuan,” kata Saan.

Saan Mustopa Ketua DPW NasDem Jabar Bantah Ribuan Kader Indramayu Pindah ke Perindo

NUSADAILY.COM – BANDUNG - Saan Mustopa, Ketua DPW Partai NasDem Jabar, membantah kabar yang beredar bahwa ribuan kader NasDem di Indramayu dan Cirebon pindah ke Partai Perindo.

Saan memperkirakan kader NasDem yang pindah ke Perindo hanya sekitar 30-an orang. “Kurang lebihnya segitu, tak sampai ratusan, apalagi ribuan,” kata Saan.

Ia menyebut seluruh kader yang pindah itu berasal dari Indramayu, sedangkan untuk di wilayah Cirebon, Saan menyebut sama sekali tidak ada kadernya yang pindah ke Perindo.

Saan menerangkan kader yang berpindah itu beberapa di antaranya merupakan caleg Partai NasDem dan beberapa di antaranya merupakan pengurus DPD NasDem Indramayu.

"Enggak ada, paling juga enggak nyampe 30-an lah," kata Saan ketika dikonfirmasi, Senin (12/6).

Ia menjelaskan berpindahnya para kader itu bermula kala Ketua DPD Husen Ibrahim yang juga caleg DPR RI Dapil Jawa Barat VIII protes lantaran tak mendapatkan nomor urut satu.

Dalam proses pencalegannya, Ibrahim mendapatkan nomor urut tiga. Tidak menerima itu, ia pun memprotes dengan tidak mengirimkan kadernya mengikuti sekolah calon legislatif yang diadakan oleh NasDem.

"Jadi ini kan kita bikin sekolah caleg dan kemah restorasi. Kebetulan Jabar VIII itu dapat kemah restorasi itu tanggal 2-5 Juni, yang seharusnya dia ngirim seluruh calegnya untuk ikut acara, dia boikot tidak kirim sebagai bentuk protes karena dia dapat nomor tiga," ucapnya.

Setelahnya ramai beredar di media sosial, Ibrahim yang memprotes keras dirinya yang ditempatkan di posisi nomor urut tiga. Ia mengaku dijanjikan duduk di posisi nomor satu.

Namun, ketika ia mempertanyakan hal tersebut, ia pun mengaku diminta menyiapkan uang sebesar Rp3,5 Miliar sebagai kompensasinya.

Menanggapi itu, Saan pun membantah kalau NasDem meminta uang untuk menempatkan Ibrahim di nomor urut dua.

"Tidak ada proses itu semua dan itu bisa dilakukan investigasi seluruh caleg," ujar dia.(han)