Menerka Pembicaraan Biden dengan Xi Jinping di KTT G20 Bali Hari ini

Sejak Biden berkuasa, persaingan antara China dan AS memang kian kuat. Sejumlah pengamat menganggap AS ketar-ketir karena tekad China tampak kian bulat untuk menggeser posisi Negeri Paman Sam di kancah global.

Menerka Pembicaraan Biden dengan Xi Jinping di KTT G20 Bali Hari ini

NUSADAILY.COM – DENPASAR - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, akan blak-blakan ketika bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, di Bali pada hari ini, Senin (14/11), sehari menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

"[Biden] akan blak-blakan dan langsung [dengan Xi]," ujar Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, seperti dikutip AFP.

Sebelum bertolak ke Indonesia, Biden sudah beberapa kali mengatakan bahwa dalam pertemuan di Bali ini, ia akan menentukan batasan-batasan persaingan antara China dan AS agar tak berujung konflik yang meluas.

Sejak Biden berkuasa, persaingan antara China dan AS memang kian kuat. Sejumlah pengamat menganggap AS ketar-ketir karena tekad China tampak kian bulat untuk menggeser posisi Negeri Paman Sam di kancah global.

Selain masalah ekonomi, isu Korea Utara hingga invasi Rusia di Ukraina juga akan menjadi topik hangat di meja pertemuan antara Biden dan Xi.

Beberapa pejabat senior AS mengatakan bahwa dalam pertemuan itu, Biden diperkirakan bakal membahas sikap Korut sebagai sekutu dekat China yang semakin gencar menguji coba rudal.

Selain itu, Biden juga bakal membahas invasi Rusia di Ukraina yang memicu krisis global. Selama ini, China dianggap sebagai sekutu Rusia, walau Negeri Tirai Bambu tetap memberikan bantuan untuk Ukraina.

Rusia memang diperkirakan bakal menjadi sorotan utama dalam KTT G20 kali ini. Meski demikian, Presiden Vladimir Putin dipastikan tak akan hadir langsung dalam forum tersebut.

Ia diwakili Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Sebelum KTT dimulai, Lavrov sudah menegaskan bahwa ia tak mau KTT G20 dipolitisasi.

Sebagai tuan rumah, Indonesia dianggap sangat berhati-hati agar tak terlihat memihak AS atau Rusia dalam KTT G20 ini.

Sejumlah pertemuan menteri-menteri G20 menjelang KTT pun gagal menyepakati komunike bersama yang bisa dibawa ke pertemuan puncak pada 15-16 November.

Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, tak mempermasalahkan jika akhirnya tak ada komunike yang disepakati di akhir KTT G20 di Bali.

"Belum pernah ada G20 dengan situasi dunia sekompleks sekarang. Kalau nanti tidak menghasilkan leaders communique, ya sudah tidak apa-apa," kata Luhut.(han)