Kreatifitas dan Creative Writing dalam Pembelajaran Bahasa

Di era teknologi informasi dan komunikasi, sumber belajar melimpah. Guru dan siswa dapat secara kreatif mengajar dan belajar Bahasa Inggris.

Kreatifitas dan Creative Writing dalam Pembelajaran Bahasa
Ilustrasi

Oleh Rizka Safriyani, S.S. M.Pd.

Di era teknologi informasi dan komunikasi, sumber belajar melimpah. Guru dan siswa dapat secara kreatif mengajar dan belajar Bahasa Inggris. Kreatifitas dipercaya terkait erat dengan kemampuan yang diperlukan untuk membaca dan menulis. Kreatifitas dapat dipupuk melalui kegiatan membaca dan menulis. Kegiatan tersebut tampaknya memiliki banyak karakteristik yang terkait dengan kreatifitas, seperti kebebasan dan kapasitas untuk mengartikulasikan ide-ide, menekankan penemuan diri. Selain itu, dari hasil penelitian ditemukan bahwa kapasitas elaborasi inovatif secara signifikan dan berkorelasi positif dengan skor membaca dan menulis Bahasa Inggris.

Kreatifitas adalah kemampuan kompleks yang terdiri dari banyak komponen keterampilan berpikir. Misalnya, menganalisis, membandingkan, mengingat informasi, berpikir fleksibel, berpikir kritis secara mandiri, berpikir logis, membuat sintesis, membuat perbedaan generalisasi, menyimpulkan, merencanakan, memprediksi, mendeteksi sebab dan akibat, serta mengevaluasinya. Misalnya, pada saat seorang penulis menulis cerita fiksi, dia akan menambahkan berbagai komponen dan membandingkan dengan kehidupan seseorang. Isi cerita bisa jadi kisah hidup seseorang atau hasil modifikasi cerita kehidupan sendiri yang pembaca tidak pernah tahu kebenarannya. Tidak jarang sebuah karya kreatif juga membawa elemen baru yang belum pernah ada sehingga pembaca sangat menikmati dan mengagumi karya tersebut.

Disisi lain, kreatifitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi berdasarkan data, informasi, atau elemen yang ada. Saat ini siswa sudah bisa memanfaatkan teknologi pembelajaran untuk membuat karya tulisan inovatif. Beberapa platform teknologi yang bisa digunakan adalah wattpad,jamboard dan Jotter. Wattpad menyediakan platform bagi penulis untuk berbagi teks mereka dengan penulis dan pembaca lain. Wattpad memiliki perpustakaan besar teks dan cerita, teks dan cerita dapat diakses dan dibaca secara gratis. Sementara Jamboard bisa memiliki fitur menulis bersama.

Menurut Pishghadam, kreatifitas adalah kehadiran dan manifestasi yang konstan dalam ritme ruang dan waktu sebagai cerminan tingkat pemikiran dan kebutuhan manusia. Berdasarkan berbagai literatur, orang kreatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) mereka mengamati situasi dan masalah yang dilewatkan orang lain, (2) mereka sering memiliki banyak alternatif untuk masalah atau subjek tertentu, (3) mereka sering menentang status quo dan klise yang melumpuhkan cara berpikir mereka, (4) mereka memiliki tingkat fleksibilitas mental yang tinggi , (5) mereka memiliki tingkat imajinasi yang tinggi melalui pemanfaatan alam bawah sadar dan kemudian mewujudkannya dalam hak cipta yang sebenarnya.

Menulis kreatif melibatkan berbagai unsur kreatifitas dalam menulis. Kreatifitas dalam proses menulis menawarkan empat keterampilan yang dapat diajarkan yang menumbuhkan kreatifitas selama proses menulis antara lain: (1) kelancaran, (2) kemampuan beradaptasi, (3) keunikan, dan (4) elaborasi. Kreatifitas adalah komponen penting bagaimana penulis menghasilkan ide sampai mereka menerbitkan teks. Orisinalitas penulis akan mempengaruhinya. Siswa dapat membangun kelas yang menggabungkan kegiatan kreatif di luar sekolah. Selanjutnya, penulis dapat membantu siwa mereka dalam mengembangkan kebiasaan membaca dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan kegiatan menulis dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan sukses. Guru, misalnya, mungkin menyediakan program membaca ekstensif untuk membantu mereka meningkatkan kemampuan membaca mereka.

Di era modern seperti ini, digital story telling tampaknya cukup menjadi wadah untuk memfasilitasi menulis kreatif. Digital story telling adalah metode bercerita secara digital. Siswa bisa menulis, merubah konten dan merekam suara sesuai keinginan mereka. Digital story telling yang didesain secara modern, mampu memfasitasi perbedaan gaya belajar siswa karena mengakomodir seluruh aspek, seperti visual, auditory dan kinestetik. Siswa bisa membuat video dengan berbagai animasi dasar sampai yang kompleks. Siswa akan menjadi nyaman karena belajar menulis dengan fitur teknologi yang canggih. Guru sebagai fasilitator bisa memberikan masukan subtansi maupun tampilan karya kreatif siswa. 

Dengan demikian, kreatifitas adalah kemampuan manusia untuk berpikir, memodifikasi, menemukan, dan mencipta. Aktifitas membaca dan menulis selalu dikaitkan secara intuitif dengan pengajaran kreatif. Hal ini terjadi terutama karena membaca dan menulis seringkali membutuhkan kemampuan kritis, analitis, dan ekspresi diri, serta kesadaran akan diri sendiri. Kegiatan yang menyediakan banyak sumber daya untuk mengembangkan pemikiran kreatif sangat penting. Perlu ditumbuhkan kebiasaan mempelajari hal-hal baru, mencari kritik yang membangun, berpikir dan menetaskan, serta menerapkan pengetahuan dalam kegiatan menulis kreatif. Penggunaan teknologi digital story telling diyakini akan sangat membantu kegiatan menulis kreatif utamanya bagi generasi muda yang sudah hidup dengan modernisasi.(***)

Rizka Safriyani, S.S. M.Pd. adalah dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya. Naskah ini disunting oleh Dr. Dewi Kencanawati, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Ketua 5 Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI)